Beritarepublikviral.com Medan 5/2/26 – YS Seorang pria yang merupakan mantan karyawan hotel Kristal yang saat ini mendekam di Lapas Pancur Batu dalam kasus dugaan pencurian sepeda motor membantah keras adanya tindakan pengeroyokan saat penangkapan pelaku pencurian DT dan KR di hotel Kristal Medan Tuntungan pada 23 September 2025 yang lalu.
Hal tersebut pun diungkapkan Ys saat ditemui di Lapas Pancur Batu pada Bulan Desember tahun 2025 yang lalu. Ys mengatakan bahwa dirinya tidak ada terjadi pengeroyokan secara bersama sama terhadap DT dan KR.
Ia juga menjelaskan bahwa awal mula dirinya menjadi saksi saat dirinya ditangkap polisi terkait dengan dugaan pencurian sepeda motor.
“Kami satu sel dengan DT dan KR saat itu kami bercerita cerita rupanya dia bercerita bahwa dia ditangkap di hotel kristal, mendengar hal tersebut saya pun menjelaskan bahwa saya ada di lokasi kejadian saat penangkapan karena saya mantan karyawan hotel Kristal, saya yang memakai baju putih yang dikamar 22, saat itu saya bilang kopratif saja lah bang,“ ujarnya
Ys mengakui bahwa saat diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polretabes Medan ia mengatakan bagaimana kronologis yang sebenarnya kepada penyidik yang memeriksa dirinya atas laporan orang tua pelaku pencurian yang satu sel dengan nya.
“Saya bilang tidak ada tejadi pengeroyokan saat saya diperiksa, saya siap bersaksi dan keterangan saya memang begitu kepada penyidik bang, saya keberatan kalau nanti di berkas pemeriksaan ada saya katakana pengeroyokan,”tegasnya saat didampingi KPLP Lapas Pancur Batu diruangan kerjanya
Keterangan YS tersebut pun semakin singkron dengan keterangan keluarga korban yang menjadi tersangka yang menjelaskan tidak ada terjadi pengeroyokan saat dilakukan penangkapan, penangkapan tersebut merupakan perintah langsung dari penyidik Polsek Pancur Batu Brigadir SH.
“Perintah penagkapa kedua pelaku dari penyidik karena kami sempat berkumpul di warung dengannya, Keluarga kami Leo Sembiring melihat pelaku DT memegang pisau sehingga dia terpaksa menepisnya sehingga diduga mengenai bagian kepada sebelah kiri DT, setelah itu baru Putra Sembiring melihat kedalam kamar untuk memastikan bahwa pelaku yang diamankan itu benar adalah karyawannya yang telah melakukan pencurian di tokonya yang merupakan usaha keluarganya di Pancur Batu, sekarang ini malahan Putra Sembiring yang menjadi tersangka dan keluarganya yang disuruh penyidik mengamankan pelaku pencurian,” tuturnya
Setelah itu, pelaku kemudian dibawa keluar dari kamar dan bersama barang bukti sajam bergagang cokelat diserahkan kepada penyidik yang sudah menungu dibelakang mobil yang kami parkirkan.
“Setelah kami serahkan kepada penyidik, disitu lah Leo Sembiring disuruh menaikan pelaku kedalam mobil, sementara itu seorang wanita yang kami suruh memancing pelaku berteriak mengatakan bahwa KR pelaku pencurian yang teman DT berada di kamar sebelahnya, mendengar itu Putra Sembiring berlari menuju ke kamar 23 kami juga menyusulnya karena kami takut terjadi apa apa, kami melihat Putra Sembiring membawa pelaku keluar dari kamar, karena saat itu KR sedang berada di kamar dengan seorang wanita yang diduga masi dibawah umur yang masi duduk di bangku SMA di salah satu sekolah di Kabupaten Dairi – Sidikalang,” sebutnya
Setelah membawanya keluar dari kamar, lanjutnya, Pelapor yang merupakan korban pencurian Putra Sembiring langsung menyerahkan pelaku kepada penyidik Brigadir SH yang sedang mengintrogasi pelaku pencurian yang pertama kali diamankan yang sudah kondisi terikat di dalam mobil, makanya kami sangat heran kalau dituduh melakukan penganiayaan.
“Setelah kedua pelaku pencurian berada didalam mobil penyidik sempat mengeluarkan pisau milik DT dan menyumbatkannya kedalam mulutnya, saat itu kami sempat memvidiokan aksi tersebut, bahkan kami ada video bahwa teman dari penyidik yang ikut menangkap pelaku ke kamar hotel berulang ulang kali memberikan ancaman dengan mengayunkan kepalan tangan kanannya kepada KR saat sudah diatas mobil. Setelah menyumbat mulut Dt dengan pisau kemudian penyidik menyuruh Leo Sembiring membawa kedua pelaku ke Polsek Pancur Batu, saat kami serahkan kondisinya tidak ada memar bahkan kedua pelaku sempat dibawa ke rumah terduga penadah SM di kawasan Pancing setelah itu kami juga memberikan makan kepada kedua pelaku pencurian tersebut dan kami ada dokumentasinya lengkap dengan vidionya dalam kondisi mulus dan tidak ada memar di mata seperti yang dituduhkan orang tua pelaku pencurian itu,” tutupnya. (Tim)


