Sukabumi, beritarepublik-viral.Com
Usia boleh belia, tubuh boleh mungil. Namun nyali, keberanian, dan mental juara yang dimiliki Arazka sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata. Bocah asal Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, ini sukses mencuri perhatian publik otomotif pada ajang Tegal Buleud Open Grasstrack 2026.
Masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) Ciambar 1, Arazka tampil luar biasa di tengah ketatnya persaingan pembalap usia dini. Pada kejuaraan yang digelar di Sirkuit Karya Muda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu–Minggu (31 Januari–1 Februari 2026), ia berhasil menembus podium di dua kelas bergengsi, yakni Juara 2 kelas MX 50 CC dan Juara 3 kelas Mini Moto B.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan, sekaligus menegaskan nama Arazka sebagai salah satu talenta muda potensial di dunia grasstrack usia dini.
Tampil Berani di Lintasan Menantang
Lintasan berlumpur, tikungan tajam, serta tekanan dari para pesaing yang lebih berpengalaman tak sedikit pun menggoyahkan mental Arazka. Dengan gaya balap yang rapi, fokus, dan penuh perhitungan, ia mampu mengendalikan motor dengan tenang hingga garis finis.
Keberanian saat start, ketenangan menjaga racing line, serta kecerdikan membaca kondisi lintasan menjadi bukti bahwa Arazka bukan sekadar ikut lomba, melainkan benar-benar bertarung sebagai seorang pembalap sejati.
Darah Juara dari Sang Ayah
Arazka merupakan putra sulung dari Rian RB, mantan pembalap grasstrack yang kini dikenal sebagai pemilik Bengkel Motor AJM 99. Tak heran jika darah balap mengalir kuat dalam dirinya. Sejak kecil, Arazka tumbuh dan berkembang di lingkungan yang lekat dengan dunia otomotif dan lintasan balap.
“Banyak yang bilang ini darah juara. Tapi bagi saya, yang terpenting adalah prosesnya. Arazka belajar disiplin, berani, dan bertanggung jawab sejak dini,” ujar Rian RB.
Pada ajang tersebut, Arazka turun membawa bendera Tim CPRT 23, AJM 99, Yayasan Dilan Nayyara, serta NaQay MX School. Menariknya, hingga saat ini Arazka masih dilatih langsung oleh sang ayah.
Ia juga berada dalam satu lingkungan pembinaan bersama M. Dilan Ramadhan, pembalap cilik yang keluar sebagai Juara Umum Tegal Buleud Open Grasstrack 2026, sehingga atmosfer latihan yang dijalani Arazka semakin kompetitif dan berkualitas.
Kebanggaan Orang Tua dan Harapan ke Depan
Rian RB mengaku sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian putra sulungnya. Menurutnya, podium hanyalah bonus dari proses panjang yang dijalani dengan penuh latihan, pengorbanan, dan pembentukan mental.
“Sebagai orang tua, saya sangat bangga dan bersyukur. Ini bukan semata soal piala atau juara, tapi tentang proses, keberanian, dan mental anak di lintasan. Jalan Arazka masih panjang. Kami hanya ingin dia terus belajar, rendah hati, dan menikmati balap dengan penuh semangat,” tuturnya kepada DBestnews.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Terima kasih untuk Tim CPRT 23, AJM 99, Yayasan Dilan Nayyara, dan NaQay MX School. Untuk saat ini Arazka masih saya latih sendiri. Semoga ke depan pembinaannya semakin berkembang dan lebih terarah,” tambahnya.
Bibit Juara dari Ciambar
Keberhasilan Arazka menembus podium di ajang Tegal Buleud Open Grasstrack 2026 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan pembalap usia dini di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan perkembangan positif.
Dari Ciambar, lahir bocah mungil dengan nyali besar. Arazka kini menjelma sebagai bibit juara yang siap melangkah lebih jauh dan mengharumkan nama Sukabumi, baik di lintasan regional maupun nasional.
Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr

