Bogor, beritarepublik-viral.Com
Jumat pagi yang penuh berkah, 30 Januari 2026, halaman Sekolah Triwijaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, tampak berbeda dari biasanya. Sejak matahari mulai meninggi, ratusan siswa-siswi SMP dan SMK Triwijaya dengan tertib berkumpul membentuk saf-saf rapi. Suasana hening dan khusyuk begitu terasa, seolah menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan menuntut ilmu, ada kewajiban spiritual yang tak boleh diabaikan.
Pada hari itu, SMP dan SMK Triwijaya menggelar Salat Duha sebagai bagian dari pembinaan karakter dan akhlak peserta didik. Kegiatan ini terasa semakin bermakna karena dilaksanakan di bulan Rajab, salah satu bulan mulia dalam Islam, sekaligus dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Usman, S.E., Gr selaku Kepala SMP Triwijaya, serta Saepudin Suherman, S.Pd., S.H., M.M selaku Kepala SMK Triwijaya. Kehadiran para pimpinan sekolah di tengah-tengah siswa menjadi simbol keteladanan sekaligus komitmen kuat manajemen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai religius sejak dini.
Turut hadir dan berperan aktif dalam kegiatan ini para pendidik, di antaranya Ustadz Hayim, S.Pd.I selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ustadz M. Ridwan, S.Pd.I guru Pendidikan Tilawatil Qur’an (PTQ), Bu Asih guru PAI SMK, serta Ustadz Bahar guru PAI SMP. Selain mendampingi jalannya ibadah, para ustadz juga menyampaikan tausiah yang sarat pesan moral dan spiritual.
Dalam tausiahnya, para ustadz mengajak seluruh siswa untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum refleksi diri, khususnya dalam meningkatkan kualitas salat dan kedekatan kepada Allah SWT. Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan pesan agung tentang pentingnya disiplin ibadah, kejujuran, tanggung jawab, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMP Triwijaya, Usman, S.E., Gr dalam sambutannya menegaskan bahwa Salat Duha bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kami ingin membentuk peserta didik yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Dengan membiasakan ibadah sejak dini, kami berharap lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Triwijaya, Saepudin Suherman, S.Pd., S.H., M.M menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya siap bersaing secara akademik dan keterampilan, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.
“Bulan Rajab dan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mengingatkan siswa bahwa kesuksesan sejati harus dibangun di atas pondasi iman dan akhlak. Kami ingin lulusan SMK Triwijaya kelak tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Seluruh siswa SMP dan SMK Triwijaya mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan ketertiban. Wajah-wajah muda yang biasanya dipenuhi canda tampak larut dalam doa dan dzikir, memohon keberkahan ilmu, kesehatan, serta masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, SMP dan SMK Triwijaya berharap nilai-nilai keimanan semakin tertanam kuat dalam diri peserta didik. Pendidikan, menurut pihak sekolah, bukan semata tentang capaian akademik, melainkan juga tentang membentuk hati yang bersih, jiwa yang lembut, dan karakter yang kokoh. Di bulan Rajab yang penuh berkah ini, SMP dan SMK Triwijaya kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.
Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr
