CIPUTAT, TANGSEL,beritarepublik-viral.Com
Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong pembangunan yang partisipatif melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kelurahan Ciputat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus wadah penyerapan aspirasi warga secara langsung.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Lurah Ciputat Iwan beserta jajaran, perwakilan kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para ketua RW dan RT, serta unsur lembaga kemasyarakatan seperti BKM, LPM, Karang Taruna, PKK, kader kesehatan, Forum Kota Sehat, koperasi, hingga Puskesmas Ciputat.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa bersilaturahmi langsung dengan bapak dan ibu semua dalam agenda Musrenbang RKPD 2027. Dalam dua pekan terakhir saya berkeliling ke kelurahan untuk memastikan Musrenbang berjalan dengan baik sekaligus mensosialisasikan program pembangunan Kota Tangerang Selatan,” ujar Pilar.
Pilar menilai Kelurahan Ciputat menunjukkan perkembangan yang cukup progresif dari tahun ke tahun. Berbagai program pembangunan terus berjalan, mulai dari bedah rumah, penanganan banjir dan drainase, perbaikan jalan lingkungan, penataan penerangan jalan umum (PJU), peningkatan layanan kesehatan di puskesmas, hingga sektor pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan, inspirasi, dan usulan dari masyarakat. Memang belum sempurna, tetapi dengan kebersamaan, Ciputat bisa kita tata menjadi lebih baik, lebih indah, dan lebih nyaman,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pilar juga menyinggung keberhasilan penataan kawasan Roxy Ciputat yang tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi warga.
Lebih lanjut, Pilar menekankan isu strategis yang saat ini menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yakni penanganan sampah. Ia mengungkapkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang tengah berstatus tanggap darurat dan sedang dilakukan penataan, mulai dari pemasangan bronjong, pembangunan jalan beton, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Masalah sampah ini kita saksikan bersama. Tangerang Selatan menghasilkan sekitar 1.100 ton sampah per hari. Setiap orang bisa menghasilkan 0,7 hingga 1 kilogram sampah setiap harinya. Kalau tidak ditangani dari hulu, sebaik apa pun teknologi di hilir tidak akan cukup,” tegas Pilar.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melalui pemilahan sampah dari rumah tangga serta penguatan bank sampah di tingkat RW. Pilar juga mencontohkan bahwa kebiasaan memilah sampah telah ia terapkan sendiri bersama keluarganya selama beberapa tahun terakhir ( 26/1/26).
“Sampah saya adalah tanggung jawab saya, sampah bapak dan ibu adalah tanggung jawab bapak dan ibu. Jika ini menjadi kebiasaan, insyaallah persoalan sampah bisa kita kurangi hingga 30 persen,” jelasnya.
Pilar berharap para tokoh masyarakat, pengurus RW dan RT, serta organisasi kemasyarakatan dapat menjadi motor penggerak dalam mensosialisasikan budaya pilah sampah kepada warga. Menurutnya, forum Musrenbang menjadi ruang strategis untuk menyatukan komitmen bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Tema besar kita saat ini adalah satu RW satu bank sampah. Jika kita tangani bersama, insyaallah Tangerang Selatan bisa lebih maju dan lebih tertata,” tutupnya.
Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr

