PT Jaya Agra Wattie Tbk, Optimistis Perkuat Kinerja dan Pertumbuhan Berkelanjutan

PT Jaya Agra Wattie Tbk, Optimistis Perkuat Kinerja dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Berita Republik Viral.com: Irsof

JAKARTA – PT Jaya Agra Wattie Tbk,menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja perusahaan melalui pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sumber daya manusia. Komitmen tersebut disampaikan dalam pemaparan kinerja perusahaan yang juga mengulas capaian operasional hingga prospek bisnis ke depan.

Direktur PT. J.A. Wattie, Ryan.N, menjelaskan bahwa perusahaan terus memperkuat bisnis melalui pengembangan komoditas unggulan, khususnya karet dan kelapa sawit, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab.

Empat Misi Utama Perusahaan

Perusahaan memiliki empat misi utama, yakni menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dengan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan, menerapkan manajemen yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan, meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, serta berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui penyediaan produk berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Budaya perusahaan juga terus dijaga dengan mempererat hubungan antara dewan komisaris, direksi, dan seluruh karyawan. Salah satu tradisi yang rutin dilakukan adalah kunjungan bersama ke perkebunan karet, kelapa sawit, kopi, dan teh di berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan sinergi di lingkungan perusahaan.

Perseroan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya jajaran manajemen dan seluruh karyawan, atas dedikasi serta kontribusi yang telah mendorong pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024.

Ke depan, PT Jaya Agra Wattie Tbk, akan terus meningkatkan produktivitas operasional, memperkuat pengelolaan sumber daya manusia secara efektif dan efisien, memanfaatkan teknologi dan inovasi, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan demi mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Ryan. N, meyakini sinergi yang kuat antara pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, karyawan, dan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pihak.

Struktur Kepemilikan dan Aset Operasional

Berdasarkan data per 30 Desember 2024, struktur kepemilikan saham perseroan terdiri atas 92,5 persen saham yang dimiliki PT Sadaran Agro Investama dan 7,5 persen dimiliki masyarakat. Jumlah saham yang beredar tercatat sebanyak 16.232.951.842 lembar saham.

Dalam operasionalnya, PT Jaya Agra Wattie Tbk, mengelola aset yang tersebar di dua pulau utama:

Pulau Jawa: Perusahaan mengelola perkebunan inti seluas 7.305 hektare tanaman karet, 435 hektare kopi, dan 504 hektare teh. Fasilitas produksi meliputi pabrik karet lembaran berkapasitas 3.782 ton per tahun, pabrik karet remah berkapasitas 10.850 ton per tahun, serta pabrik pengolahan kopi berkapasitas 400 ton per tahun.

Pulau Kalimantan: Perusahaan memiliki perkebunan inti seluas 17.790 hektare tanaman karet, 21.470 hektare kelapa sawit, serta 6.512 hektare kebun plasma sawit. Fasilitas produksinya meliputi pabrik karet lembaran berkapasitas 1.240 ton per tahun, pabrik karet remah berkapasitas 19.020 ton per tahun, dan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas mencapai 533.000 ton per tahun.

Produk utama yang dihasilkan perusahaan meliputi minyak kelapa sawit, karet lembaran, biji kelapa sawit, teh, karet remah, serta kopi.

Prospek Produksi Karet dan Kelapa Sawit

Pada komoditas karet, sekitar 68 persen areal merupakan tanaman menghasilkan (TM), sementara 32 persen lainnya masih berupa tanaman belum menghasilkan (TBM). Hingga tahun 2025, produksi karet perseroan diproyeksikan meningkat 1,37 persen, dari 16.002 ton pada tahun 2024 menjadi 16.221 ton. Penjualan karet masih didominasi pasar domestik dengan porsi sekitar 80 persen.

Sementara pada komoditas kelapa sawit, sekitar 78 persen areal telah memasuki fase tanaman menghasilkan, sedangkan 22 persen lainnya masih merupakan tanaman belum menghasilkan. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan produksi dan memperkuat pertumbuhan bisnis pada tahun-tahun mendatang.