Public Expose PT Perdana Gapuraprima, Tbk di 2026

Public Expose PT Perdana Gapuraprima, Tbk di 2026
Brv | Jakarta – PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) menyiapkan strategi ekspansi bisnis pada 2026 melalui pengembangan proyek residensial, kawasan komersial, serta penguatan pendapatan berulang dari lini perhotelan. Untuk mendukung agenda tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar dan masih mengkaji peluang aksi korporasi berupa Penawaran Umum Terbatas (PUT) atau right issue.
Presiden Direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk, Arvin Fibrianto Iskandar, mengatakan sumber pendapatan perusahaan berasal dari dua pilar utama, yaitu penjualan proyek pengembangan seperti perumahan dan apartemen, serta recurring income yang diperoleh dari operasional hotel dan kawasan komersial. Pernyataan itu disampaikan dalam Public Expose di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Kinerja Keuangan Masih Tertekan
Sepanjang 2025, GPRA membukukan penjualan bersih sebesar Rp454,28 miliar, turun 12,14 persen dibandingkan Rp517,06 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp190,66 miliar sehingga laba kotor terkoreksi menjadi Rp263,63 miliar.
Laba usaha tercatat Rp120,62 miliar, sedangkan laba sebelum pajak mencapai Rp86,62 miliar. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp83,97 miliar atau turun 32,21 persen dibandingkan 2024. EBITDA ikut melemah menjadi Rp139,95 miliar.
Meski demikian, fundamental perusahaan masih terjaga. Total aset meningkat menjadi Rp1,98 triliun, ekuitas naik menjadi Rp1,43 triliun, sementara total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp545,11 miliar. Penurunan utang jangka pendek menunjukkan upaya perseroan memperkuat struktur keuangan di tengah perlambatan bisnis properti.
Proyek Hunian dan Hotel Jadi Penopang
GPRA melanjutkan pembangunan sejumlah proyek, antara lain Bukit Cimanggu City di Bogor, Metro Cilegon, Green Leaf Residence Tangerang, Botanica Cibubur, Spring Garden Bekasi, The Botanica Signature Bogor, hingga Puri Semanan Residence di Jakarta Barat.
Selain itu, perseroan mengandalkan bisnis hospitality melalui Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Nemuru The Bellezza Suites, Nemuru Grand MTH Suites, Grand Serpong Hotel, serta Marcopolo Waterpark sebagai sumber pendapatan berulang.
Sepanjang 2025, penjualan rumah dan kavling menyumbang Rp273,38 miliar atau sekitar 60 persen dari total pendapatan, sedangkan sisanya berasal dari apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, dan perkantoran.
Siapkan Ekspansi dan Kaji Right Issue
Untuk mempercepat pertumbuhan, dana belanja modal sebesar Rp400 miliar akan dialokasikan bagi pengembangan proyek yang telah berjalan sekaligus akuisisi lahan baru. Perseroan juga tengah menyiapkan GP Business Park di Cengkareng serta proyek hunian The Botanica Kelapa Gading yang mengusung konsep smart compact living.
Terkait rencana right issue, Arvin menegaskan perseroan masih berada pada tahap evaluasi awal, termasuk kemungkinan penyetoran modal melalui mekanisme inbreng. “Seluruh proses masih dalam tahap kajian dan akan mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan serta Bursa Efek Indonesia sebelum diputuskan,” ujar Arvin dalam Public Expose, Senin (29/6/2026).
Dengan strategi tersebut, GPRA berharap mampu memperkuat kinerja operasional sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang sebagai penopang pertumbuhan bisnis jangka panjang.