PONDOK PESANTREN NURUL YAQIN AL HUFFAZ: PENGUKUHAN GELAR TUANGKU DAN USTADZAH, SERTA PENYERAHAN IJAZAH ANGKATAN KE‑4 TAHUN 2026

PONDOK PESANTREN NURUL YAQIN AL HUFFAZ: PENGUKUHAN GELAR TUANGKU DAN USTADZAH, SERTA PENYERAHAN IJAZAH ANGKATAN KE‑4 TAHUN 2026

Beritarepublikviral.com // PADANG, — Di Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, berdiri tegak satu tempat yang bukan sekadar bangunan, melainkan jantung pembinaan Iman dan Taqwa kepada Allah: Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al Huffaz.

Selama dua hari penuh berkah, mulai dari tanggal 27 hingga 28 Juni 2026, seluruh sudut kompleks ini seolah mengenakan pakaian pesta: gerbang terbuka lebar menyapa, pepohonan melambai ramah, lorong‑lorong berbisik riang, dan udara terasa lebih jernih — karena saat inilah puncak perayaan yang ditunggu akhirnya tiba: Pengukuhan Gelar Tuangku dan Ustadzah Angkatan Ke‑4, sekaligus Penyerahan Ijazah Kelulusan Marhalah Wustha Tahun 2026! 🎓✨

Undangan yang dikirimkan bukan sekadar lembaran kertas, melainkan surat panggilan hati yang diterima dengan hormat oleh Ketua Umum LKAAM Sumbar, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, bersama jajaran Pengurus LKAAM Kota Padang, serta segenap tamu undangan lainnya. Ia mengajak setiap jiwa pencari ilmu menyaksikan bagaimana benih ketakwaan yang ditanam hari demi hari, kini mekar indah dan berbuah kematangan yang layak diakui secara resmi.

Rangkaian acara dimulai pada hari Sabtu, 27 Juni, dengan pawai agung serta prosesi awal pengukuhan yang dipimpin oleh “Buya Kerajaan” — Syeikh Buya H. Zulhamdi Tuanku Kerajaan Nan Saleh. Kemudian puncak perayaan dilanjutkan dan disempurnakan pada hari Minggu, 28 Juni 2026, dalam suasana yang makin khidmat dan megah.

Di barisan kehormatan hadirlah para ulama dan pemimpin rohani yang menjadi saksi sekaligus pelindung rohani kegiatan ini: Syeikh H. Ali Ibrahim Habab, Bapak Salman, serta Syeikh Buya Gamril Tuanku Mah Rames. Sebagai pemimpin rumah dan pengelola utama terlihat berdiri: Syeikh Buya Budarani Muhajjapin, Pd — Tuanku Raja Islam selaku Pimpinan Pondok Pesantren, didampingi erat oleh Buya Deri Suherman, Tuangku Imam Rajo Mulie selaku Ketua Yayasan Ahsanul Husna El‑Huffaz. Kehadiran mereka seolah menjadi naungan rahmat Ilahi yang meneduhkan setiap tahapan prosesi.

Perhelatan ini mengandung makna yang sangat dalam:

✨ Pengukuhan Gelar Tuanku dan Ustadzah Angkatan Ke‑4
Ini adalah momen di mana bertahun‑tahun waktu, keringat, air mata, dan ketekunan belajar akhirnya dikukuhkan menjadi kehormatan sah. Gelar ini bukan sekadar tambahan nama, melainkan Jubah Amanah dan Tanggung Jawab: tanda bahwa jiwa‑jiwa ini telah dianggap matang, jernih hatinya, dan kokoh pendiriannya — siap kembali ke tengah masyarakat menjadi penerus obor ilmu, pengajar yang amanah, serta teladan lurus bagi siapa saja yang mencari jalan kebenaran. Pesantren seolah berpesan: “Terimalah gelar ini, namun ingatlah — ia bukan milik pribadi, melainkan titipan Allah yang harus kau rawat dan pancarkan cahayanya seluas‑luasnya.” 🕋🤲

📖 Penyerahan Ijazah Kelulusan Marhalah Wustha Tahun 2026
Berjalan beriringan erat, terselenggara pula penyerahan bukti tamat pendidikan. Lembaran ijazah itu tidak diam membisu; setiap hurufnya bercerita: tentang malam panjang ditemani lampu hafalan, pagi dingin yang tetap dipaksa bangkit, peluh di atas kitab tebal, serta doa orang tua yang dikirimkan dari jauh. Saat berpindah tangan, terjadilah peristiwa suci: Satu babak selesai dengan kemenangan, sekaligus pintu baru terbuka lebar bagi pengabdian yang lebih luas dan bermakna. 🕊️

Kehadiran “Buya Kerajaan” Syeikh Buya H. Zulhamdi Tuanku Kerajaan Nan Saleh memberikan bobot istimewa tersendiri. Beliau adalah Syaikhul Ma’had / Pimpinan Tertinggi Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan‑Ringan, Pakandangan Padang Pariaman, sekaligus Guru Mulia dan Pembimbing Rohani bagi seluruh cabang, termasuk Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al‑Huffaz di Bungus.

Berikut adalah susunan kepemimpinan dan guru utama yang menjaga berlangsungnya pendidikan di lembaga ini:
• Syeikh Buya Zulhamdi, Tuangku Kerajaan Nan Saleh: Guru Mulia / Khalifah El Imrani
• Syeikh Buya Damiri, Tuangku Malin Ameh: Syeikhul Ma’had / Pengasuh Pondok
• Syeikh Buya Bustanul Muhaqqiqiin Rajo Intan: Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al‑Huffaz
• Buya Deri Suherman, Tuangku Imam Rajo Mulie: Ketua Yayasan Ahsanul Husna El‑Huffaz

Diketahui pula bahwa Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al‑Huffaz didirikan oleh para alumni dari induknya: Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan‑Ringan. Sesuai saran mendiang pendiri utama, Almarhum Syeikh Ali Imran Hasan, lembaga ini mengembangkan pola pendidikan yang memadukan kekhususan Program Tahfiz Al‑Qur’an dengan pembelajaran lengkap Kitab Kuning sesuai tradisi pesantren asli.

Turut melengkapi barisan tamu kehormatan dan pendukung: Dr. H. Yasril, S.Ag., M.A. — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang; serta Afridon, S.H., M.M. — Camat Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Kehadiran para tokoh agama MUI, tokoh adat, keluarga besar santri, dan sahabat pesantren semakin mengukuhkan satu kebenaran indah: Pesantren bukan pulau terpisah, melainkan jantung yang berdetak menyambungkan seluruh warga Padang dan Sumatera Barat dalam satu aliran kasih dan ketaatan kepada Allah SWT. 🕌🤍

Di setiap sudut tempat ini, dinding‑dinding yang mendengar bacaan Al‑Qur’an kini tampak bersinar lebih terang; halaman tempat barisan salat membentang lebih luas; dan nama Nurul Yaqin Al‑Huffaz sendiri seolah melantunkan maknanya: “Di sinilah tempat keyakinan kokoh bersemayam, dan di sini para penghafal Kitabullah ditempa menjadi perisai umat!”

Melalui peristiwa agung ini, tersampaikan pesan abadi: Peradaban sejati tidak tumbuh dari beton semata, melainkan dari akar ilmu yang kokoh, hati yang bertakwa, dan generasi yang terus dibentuk oleh tempat‑tempat mulia seperti ini. 🕋🌿

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah tak terputus kepada pimpinan, pengajar, staf, dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al‑Huffaz. Semoga gelar yang dikukuhkan menjadi tangga kebaikan, ijazah yang diterima menjadi cahaya penerang, dan pintu gerbang ilmu di Bungus Barat ini tetap terbuka selamanya — terus melahirkan santri yang menjaga Al‑Qur’an tetap hidup dan bersinar di bumi Ranah Minang tercinta.(Tb Mhd Arief Hendrawan)