Berita Republik Viral.com: Irsof
JAKARTA – Federasi Serikat Buruh (FSB) Garteks resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (28/6/2026). Mengusung tema besar “Menuju Generasi Emas di Tengah Tantangan Global di Era Digitalisasi”, acara tiga hari ini (28-30 Juni 2026) menjadi momentum strategis bagi serikat buruh sektor tekstil, garmen, sepatu, dan kulit untuk merumuskan langkah konkret menghadapi disrupsi teknologi.
Pembukaan acara berlangsung khidmat dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan Mars Garteks. Ketua Panitia Rakernas, Tri Pamungkas, dalam sambutannya menekankan urgensi pertemuan ini.
“Hari ini kita berkumpul bukan hanya sebagai pengurus, tetapi sebagai garda terdepan yang akan menentukan arah pergerakan buruh tekstil, garmen, sepatu, dan kulit di masa depan,” ujar Tri Pamungkas. Ia menambahkan bahwa rakernas tahun ini krusial untuk menyusun strategi menghadapi perubahan lanskap ketenagakerjaan global akibat digitalisasi.
Fokus Ekspansi ke Jawa Tengah dan Perlindungan Pekerja
Ketua Umum DPP FSB Garteks, Trisnur Priyanto, menegaskan bahwa perjuangan utama serikat tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan anggota dan pendampingan hukum bagi pekerja. Rakernas 2026 dihadiri oleh perwakilan dari 14 wilayah, termasuk Batam, Palembang, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Trisnur menyoroti target utama rakernas kali ini, yaitu memperkuat pengorganisasian melalui penambahan jumlah anggota. Salah satu fokus strategis adalah pemetaan wilayah potensial, khususnya Jawa Tengah. Wilayah tersebut dinilai menjadi tujuan relokasi banyak perusahaan industri karena biaya upah yang lebih kompetitif dibandingkan DKI Jakarta atau Batam.
“FSB Garteks akan mendata perusahaan-perusahaan yang berpindah ke wilayah tersebut untuk memperluas keanggotaan dan memperkuat perlindungan bagi para pekerjanya. Program kerja yang dihasilkan harus realistis dan dapat dilaksanakan, bukan sekadar program di atas kertas,” jelas Trisnur.
Selain evaluasi program setahun terakhir, forum ini juga bertujuan melahirkan kader-kader baru dengan kapasitas tinggi untuk memperjuangkan hak-hak pekerja di tengah dinamika industri nasional yang terus berubah.
Dukungan Stakeholder Nasional dan Internasional
Acara pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, menunjukkan tingginya perhatian terhadap sektor industri padat karya. Hadir antara lain Mudhofir Kamis (MPO DPP KSBSI), Shimrin Sigh (Direktur ILO Jakarta), Bismo Sanyoto (AGTI), serta Sigit Murwito (Dirjen PHI Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI).
Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, memberikan arahan strategis mengenai konsolidasi gerakan buruh. Ia menegaskan bahwa solidaritas antar-serikat merupakan kunci kekuatan dalam menghadapi tantangan industri di tengah dinamika politik dan ekonomi global.
Isu Gender Sebagai Prioritas Utama
Dalam pidato kunci sekaligus peresmian Rakernas, Elly Rosita Silaban secara khusus menekankan pentingnya peran perempuan. Ia mendorong kepemimpinan dan partisipasi aktif pengurus perempuan di seluruh jajaran FSB Garteks.
“Kita harus memastikan bahwa suara perempuan didengar. Perlindungan hak-hak pekerja perempuan, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja, serta penguatan implementasi regulasi dan standar etika perusahaan (code of conduct) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” tegas Elly.
Elly menambahkan bahwa visi menuju Generasi Emas tidak akan tercapai jika setengah dari potensi angkatan kerja, yaitu perempuan, masih menghadapi kerentanan di tempat kerja. Oleh karena itu, FSB Garteks berkomitmen menjadikan isu gender sebagai prioritas utama dalam agenda perjuangan serikat ke depan.
Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya spesial dari Amalla Falah Alam, sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan dinamika sosial. Rakernas diharapkan dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang progresif, relevan dengan tantangan zaman, serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota FSB Garteks di Indonesia.
(Red/Tim)


