Komitmen melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat diwujudkan Polres Kutai Timur melalui penyelenggaraan Lomba Menyumpit dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang digelar di halaman Mako Polres Kutai Timur, Jumat (26/6/2026), diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas menyumpit dan perwakilan masyarakat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur.
Lomba menyumpit menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Selain menghadirkan suasana kompetitif yang sportif, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Dayak di Kalimantan.
Para peserta tampil penuh semangat dan ketelitian dalam mengarahkan sumpit ke sasaran. Kemampuan mengendalikan napas, fokus, dan akurasi menjadi faktor utama dalam perlombaan yang berlangsung meriah namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, dipilihnya lomba menyumpit sebagai salah satu agenda Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan Polri terhadap budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Kutai Timur.
“Kabupaten Kutai Timur memiliki kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui lomba menyumpit ini, kami ingin mengangkat olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikannya,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Ia menambahkan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dirancang menjadi ruang kebersamaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Partisipasi masyarakat dan komunitas menyumpit dari berbagai kecamatan menjadi bukti bahwa budaya mampu menjadi pemersatu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan membangun sinergi antara Polri dengan masyarakat,” tambahnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, lomba menyumpit juga menjadi hiburan bagi masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Sorak dukungan dari para penonton menambah semarak suasana, sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga tradisional khas Kalimantan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Polres Kutai Timur berharap nilai-nilai budaya lokal tetap lestari di tengah perkembangan zaman serta semakin memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di Kabupaten Kutai Timur.