🛡️KUMANDANGKAN SERUAN BERSATU — AKSI DAN DEKLARASI SELAMATKAN GENERASI MUDA DARI BAHAYA LGBT DAN RACUN NARKOBA💉

🛡️KUMANDANGKAN SERUAN BERSATU — AKSI DAN DEKLARASI SELAMATKAN GENERASI MUDA DARI BAHAYA LGBT DAN RACUN NARKOBA💉

Beritarepublikviral.com // PADANG, — 🌧️Di pagi hari yang masih dibalut sisa sejuk rintik hujan dan samar‑samar cahaya fajar yang baru saja melangkah menyelinap masuk, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al‑Minangkabawi seolah berdiri lebih tegak dan megah dari biasanya.

Dinding‑dinding sucinya tampak ikut bergetar lembut menyambut kedatangan ribuan jiwa yang berkumpul dalam satu niat mulia: melaksanakan Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah sekaligus mengukuhkan tekad agung:

“Sumatera Barat Bebas dari penyakit sosial LGBT dan Racun Narkoba!”.

Arfa Kasni MS, SP, MMP, C.Med. Dt. Tumangguang memberikan pengarahan sebelum berjalan menuju mapolda Sumbar.

Di tengah keheningan yang penuh makna itu, suara seruan penting bergema lantang dan jelas, disampaikan langsung oleh Arry Yuswandi, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat — sebuah pesan yang seolah diambil dari bibir tanah Ranah Minang sendiri: bahwa menjaga kemurnian masa depan bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan amanah besar yang harus dipikul bersama oleh seluruh isi bumi ini.

Di hadapan lautan manusia yang memenuhi halaman dan ruang ibadah itu, Arry Yuswandi mengajak segenap lapisan masyarakat untuk membangun kembali dan memperkokoh tiga tiang utama pertahanan: ketahanan keluarga yang kokoh bagaikan benteng, pendidikan karakter yang tumbuh meresap ke dalam tulang, serta pengamalan nilai‑nilai keagamaan yang menjadi akar paling dalam.

Ketiga kekuatan ini, ujarnya, harus berjalan beriringan menjadi langkah nyata dan perlindungan paling ampuh guna menangkis serangan diam‑diam bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus memutus rantai berbagai penyakit sosial lain yang diam‑diam menggerogoti sendi kehidupan dan mengintai kelemahan generasi muda kita yang paling berharga.

Dalam pandangan yang luas dan bijaksana itu, Sekdaprov mengingatkan kembali dengan nada tegas namun penuh kasih: Tanggung jawab menjaga putra‑putri daerah ini tidak dapat dan tidak boleh hanya dibebankan di atas bahu Pemerintah semata, maupun hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum yang bertugas menjaga keamanan.

Seolah‑olah lingkungan sekitar pun ikut berbisik mengaminkan: perlulah ada tangan‑tangan lain yang menjangkau dan melindungi dari segala arah — dimulai dari ruang paling suci yaitu keluarga, meluas ke para tokoh agama yang menjadi penerang jalan, lembaga pendidikan yang menjadi ladang pembibitan akal dan budi, berbagai organisasi kemasyarakatan, hingga setiap warga biasa yang hidup bertetangga.

Semuanya harus menyatu menjadi satu jaring pelindung rapat, agar terciptalah ruang hidup yang benar‑benar bersih, sehat, hangat, dan penuh produktivitas — tempat di mana bibit‑bibit kerusakan sulit sekali menemukan celah untuk tumbuh.

“Pintu gerbang pertahanan paling utama harus dibangun dan dikunci rapat sejak di dalam rumah serta lingkungan terdekat kita sendiri,” tegas Arry Yuswandi, seolah mengulang pesan yang sudah lama diajarkan adat leluhur.

“Penguatan pemahaman agama yang menjadi penunjuk arah hati, pembinaan budi pekerti yang terjaga setiap hari, serta pengawasan penuh kasih namun tetap waspada dan dekat — semuanya adalah fondasi yang tak boleh retak sedikit pun. Di sanalah benteng pertama berdiri kokoh, mencegah arus pengaruh buruk dan racun yang datang menyusup dari mana saja agar tidak pernah menyentuh jiwa muda yang masih bersih dan rapuh.”

Beliau juga menegaskan kembali bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senantiasa berdiri di barisan paling depan mendukung setiap gerakan dan langkah kolaboratif yang lahir dari hati rakyat. Segala upaya yang bertujuan mengeratkan ikatan persaudaraan, memperkuat daya tahan sosial masyarakat, serta merajut kembali kain damai daerah ini akan selalu mendapat tempat dan dukungan penuh.

“Sinergi dan persatuan itulah kunci emasnya,” tambahnya dengan suara yang bergema penuh keyakinan.

“Jalan bersama antara Pemerintah, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para ulama dan pemuka agama, tokoh adat dan masyarakat, serta setiap elemen rakyat biasa — harus terus dipelihara, diperlebar, dan diperkuat tiada henti. Ini bukan sekadar urusan administrasi atau peraturan semata, melainkan janji suci dan tanggung jawab bersama untuk menjaga agar wajah Sumatera Barat tetap bersinar bersih dan aman untuk masa depan anak cucu kita.”

Saat rakaat‑rakaat shalat Shubuh yang suci selesai dilaksanakan dan doa‑doa perlindungan telah terbang naik ke langit, rangkaian gerakan itu pun melanjutkan perjalanannya menjadi sebuah Aksi Damai yang penuh makna.

Langkah kaki ribuan peserta bergerak serempak dan berirama menyusuri jalanan kota, berangkat dari halaman Masjid Raya itu menuju ke arah Markas Besar Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Di sepanjang rute perjalanan itu, aspal jalanan seolah ikut merasakan getaran semangat persatuan; angin pagi membawa serta pesan‑pesan tegap yang tertulis di atas kain‑kain spanduk besar yang terbentang gagah: penolakan tegas terhadap segala bentuk penyakit sosial, Anti LGBT dan penyalahgunaan zat berbahaya, seruan menjauhi segala kebiasaan yang merusak akal dan raga, serta pengingat agar tidak ada satu pun langkah yang melenceng dari jalur nilai sosial dan budaya mulia yang menjadi ciri khas tanah Minangkabau.

Puncak dan penutup seluruh rangkaian acara yang penuh berkah itu kemudian dihiasi dengan momen penuh simbolisme: penandatanganan bersama di atas kain panjang spanduk persatuan.

Setiap goresan tinta yang tertinggal di sana seolah berubah menjadi tanda tangan janji hidup: bukti tertulis dan saksi nyata dari komitmen tak tergoyahkan untuk terus berjuang bersama, memperkokoh pagar pencegahan, serta menjaga agar ketahanan sosial dan kemurnian budaya di daerah ini tetap terpelihara rapi selamanya.

Gerakan besar yang menggetarkan hati ini digagas dan dihidupkan semangatnya atas inisiatif langsung dari Pucuk Pimpinan Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Kehadirannya pun diperkaya oleh keikut-sertaan lengkap dari seluruh unsur pimpinan daerah, para kepala instansi dan lembaga vertikal, barisan tokoh agama serta tokoh masyarakat, beragam organisasi kemasyarakatan dan pemuda, serta tak kalah pentingnya: turut hadir pula Walikota beserta Wakil Walikota Padang yang melengkapi wajah persatuan pagi itu.

Melalui pertemuan dan perjalanan suci ini, diharapkan seolah‑olah benih kesadaran kolektif yang kuat tertanam dalam‑dalam ke dalam tanah hati seluruh warga: agar setiap orang merasa dipanggil dan berhak berperan aktif sebagai penjaga lingkungan, pelindung tetangga, dan pengawal utama generasi muda.

Dan akhirnya, dari usaha‑usaha tulus yang bersambung ini, kelak akan tumbuh dan mekar sepenuhnya satu kenyataan indah: Sumatera Barat yang aman damai, bebas dari racun, sehat jasmani dan rohani, serta tumbuh menjadi daerah yang selalu melahirkan manusia‑manusia berkarakter mulia dan berpegang teguh pada jalan yang benar. (Tb Mhd Arief Hendrawan)