Dalam upaya membangun karakter personel yang berintegritas, profesional, dan humanis, Polres Kutai Timur kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Islam melalui pembacaan Surah Yasin berjamaah, tahlil, serta tausiah agama yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Amin Wicaksana Laghawa Polres Kutai Timur dan diikuti oleh personel Polres Kutai Timur serta seluruh Polsek jajaran melalui sarana virtual yang difasilitasi Bagbinreligi SSDM Polri.
Hadir mengikuti kegiatan di tingkat Polres antara lain Wakapolres Kutai Timur Kompol Ahmad Abdullah, Kabag SDM AKP Slamet Riyadi, Kabag Log Kompol Suparman, Kasat Binmas AKP Suparmin, para perwira, bintara, ASN Polres Kutai Timur, serta personel Polsek jajaran yang dipimpin langsung oleh masing-masing Kapolsek.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar dari Bagbinreligi SSDM Polri, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan tahlil bersama, tausiah agama yang disampaikan oleh Ustaz Buhanudin, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa, institusi Polri, dan seluruh personel yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan bahwa kegiatan pembinaan rohani dan mental merupakan program rutin yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anggota Polri.
Menurutnya, tugas kepolisian yang semakin kompleks membutuhkan keseimbangan antara kemampuan profesional dan kekuatan spiritual agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara amanah, bertanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai moral dan etika.
“Pembinaan rohani dan mental menjadi pondasi penting dalam membentuk personel Polri yang tidak hanya profesional dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga memiliki integritas, kejujuran, serta kepedulian sosial yang tinggi. Melalui kegiatan ini diharapkan setiap anggota semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Kapolres menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai keagamaan juga menjadi salah satu langkah preventif dalam mencegah pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi, sekaligus memperkuat semangat pengabdian personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga ditopang oleh kualitas moral dan spiritual personel. Oleh karena itu, kegiatan Binrohtal harus terus dipelihara sebagai sarana meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan pembinaan rohani dan mental Islam tersebut berlangsung dengan khidmat, aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Polres Kutai Timur berharap seluruh personel semakin memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kutai Timur terus berkomitmen mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, serta dekat dengan masyarakat melalui penguatan profesionalisme dan pembinaan mental spiritual personel secara berkelanjutan.