Beritarepublikviral.con// PADANG,- SMKN 6 Padang dan UMKM Sumbar Tangan Terbuka Merangkai Masa Depan Digital
Di tengah hembusan angin perubahan zaman yang membawa serta deru kemajuan, hadir sebuah langkah nyata yang mempertemukan dunia pendidikan dan semangat kewirausahaan. SMKN 6 Padang merajut kerja sama erat dengan UMKM Sumatera Barat, menggelar sebuah panggung ilmu bertajuk “99 Detik Lebih Kaya Dengan Affiliate AI”.
Terletak di ruang guru yang hangat dan penuh semangat, pada Rabu, 10 Juni 2026, pengetahuan seolah bernapas dan bercerita, mengundang para pendidik untuk melangkah lebih jauh menuju gerbang transformasi.
Gagasan mulia ini lahir dari hati Bunda Een Reffans, Ketua Harian UMKM Sumatera Barat.
Ia adalah buah kesinambungan dari sebuah pertemuan yang penuh harapan: saat para kepala SMKN se-Kota Padang duduk bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, serta Bunda Een sendiri. Seolah benih harapan yang ditanam, kini tumbuh menjadi sebuah pelatihan yang siap memupuk kecakapan generasi penerus.
Bunda Een tak henti mengajak: teknologi adalah sahabat yang tak boleh diabaikan. Baginya, transformasi digital bukan sekadar wacana, melainkan jembatan emas yang harus dilalui dengan memperkaya kualitas sumber daya manusia, terutama dalam merangkul Kecerdasan Buatan atau AI.
“Ada tiga kunci utama menuju kesuksesan,” tuturnya dengan suara yang menggetarkan hati, “yakni keyakinan yang teguh, semangat yang tak pernah padam, dan keberanian untuk membangun nama sendiri.”
Ia pun berbagi kisah hidup yang menginspirasi. Dahulu, ia adalah abdi negara di lingkungan Dinas Pendidikan Sumatera Barat.
Namun, baginya, masa pensiun bukanlah titik akhir perjalanan. Justru, saat itulah waktu membuka sayapnya lebar-lebar, memberinya kesempatan mendalam untuk menuntut ilmu dan menekuni dunia usaha.
Kini, ia telah melahirkan Reffans House—sebuah rumah usaha kain dan batik yang terus tumbuh, didorong keyakinan bahwa kemajuan teknologi adalah angin yang akan mendorong usahanya melaju lebih pesat.
Di sisi lain, hadir narasumber dari Bandung, Faidlurrohman, yang membawa pandangan luas tentang kehidupan masa kini.
“Manusia saat ini hidup di dua alam: dunia nyata yang kita pijak, dan dunia maya yang terbentang tak bertepi,” ujarnya.
“Maka, rezeki pun harus kita cari di kedua tempat tersebut.”
Baginya, tugas mengajar atau bekerja kantoran adalah pengabdian di dunia nyata, sedangkan menjadi seorang affiliator adalah menanam benih rezeki di ladang digital.
Ia menjelaskan dengan sederhana namun bermakna: seorang affiliator adalah jembatan kasih antara penjual dan pembeli. Ia mempromosikan produk orang lain melalui tautan khusus, dan setiap kali ada transaksi yang lahir dari tautan itu, mengalirlah komisi sebagai buah kerja kerasnya.
Pelatihan ini pun memfokuskan diri pada satu hal: bagaimana menjadikan AI sebagai alat setia yang membantu menghasilkan pendapatan secara otomatis dan berkelanjutan.
“Affiliate marketing adalah jalan yang banyak dipilih orang masa kini,” lanjut Faidlurrohman.
“Kita tak perlu menyimpan barang, tak perlu repot mengemas dan mengirim—cukup dengan kreativitas, mulai dari tulisan hingga video di media sosial, kita bisa memanen hasilnya.”
Harapannya besar: agar AI tak sekadar menjadi tren yang lewat, melainkan sahabat sejati yang mengangkat martabat pendidikan dan mendorong UMKM Sumatera Barat tumbuh menjadi lebih kuat, percaya diri, dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Kepala SMKN 6 Padang, Deta Mahendra, menegaskan bahwa acara ini adalah kelanjutan nyata dari pertemuan hangat sehari sebelumnya di Cafe Mahakam, bersama Bunda Een dan Sekdaprov.
“Kami ingin ilmu ini menyentuh langsung hati dan tangan para guru serta tenaga kependidikan,” ucapnya.
Program ini dirancang agar teknologi AI mudah dipahami dan diterapkan, baik di dalam ruang kelas maupun sebagai bekal mendukung kemajuan pelaku usaha lokal.
Hal ini pun sejalan dengan cita-cita pemimpin daerah, yang mendambakan Sumatera Barat terus maju berkat inovasi dan kemajuan zaman.
Selama sehari penuh, ilmu berputar dan berbagi, diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan staf SMKN 6 Padang.
Sebuah langkah kecil yang diharapkan menjadi awal perjalanan panjang: menjadikan kecerdasan buatan sebagai sahabat, dan peluang digital sebagai ladang rezeki yang memberkati.(Tb Mhd Arief Hendrawan)


