Kontraktor Bungkam, Dugaan Proyek “Merah Putih” Asal Jadi di Bitung Makin Menguat

Kontraktor Bungkam, Dugaan Proyek “Merah Putih” Asal Jadi di Bitung Makin Menguat

BERITAREPUBLIKVIRAL.COM – Proyek pembangunan bangunan “Merah Putih” di Kelurahan Bitung Barat II, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, kini menjadi sorotan tajam masyarakat.

Proyek yang seharusnya menjadi simbol pembangunan dan kebanggaan warga justru diduga menyimpan sejumlah persoalan serius yang berpotensi mengancam kualitas bangunan serta keselamatan penggunanya. BITUNG – 04/06/2026

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada 22 dan 23 April 2026, ditemukan sejumlah indikasi pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan standar konstruksi.

Temuan yang paling menyita perhatian adalah dugaan tidak digunakannya pondasi pada beberapa bagian bangunan sebagaimana mestinya. Sebagai gantinya, struktur tersebut diduga hanya mengandalkan pengecoran yang diperkuat dengan besi slop.

Jika dugaan tersebut benar, maka kondisi itu tidak dapat dianggap sebagai persoalan teknis biasa. Sebab pondasi merupakan elemen utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan sebuah bangunan.

Ketiadaan pondasi yang memadai berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap keamanan konstruksi dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, penggunaan waterproofing Bermex juga diduga tidak diterapkan secara merata pada seluruh area lantai bangunan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan, pengawasan teknis, serta kepatuhan pelaksana proyek terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan.

Ironisnya, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak yang dikenal sebagai bos proyek, Fendi, maupun mandor lapangan, Ozil, melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan.

Sikap bungkam tersebut justru memicu semakin banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan apakah proyek tersebut benar-benar diawasi secara profesional atau justru terdapat hal-hal yang sengaja ditutupi dari pengawasan publik.

“Kalau memang pekerjaan sudah sesuai aturan, kenapa tidak memberikan penjelasan kepada masyarakat? Ini proyek yang dibangun untuk kepentingan publik dan menggunakan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan,” ungkap salah seorang warga.

Masyarakat kini mendesak Inspektorat Kota Bitung untuk segera melakukan audit teknis secara menyeluruh, termasuk memeriksa dokumen perencanaan, spesifikasi pekerjaan, volume pekerjaan, hingga kualitas material yang digunakan di lapangan.

Desakan serupa juga diarahkan kepada Polres Bitung agar turun melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang berpotensi merugikan negara.

Desakan tersebut bukan tanpa alasan. Sulawesi Utara dikenal sebagai wilayah yang memiliki aktivitas seismik tinggi sehingga setiap bangunan wajib memenuhi standar keamanan konstruksi yang ketat. Kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berakibat fatal bagi masyarakat yang nantinya menggunakan fasilitas tersebut.

Publik berharap aparat pengawas dan penegak hukum tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi segera turun ke lokasi untuk memeriksa langsung kondisi bangunan.

Jika ditemukan adanya penyimpangan atau pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor, pelaksana proyek, maupun instansi terkait masih belum memberikan keterangan resmi atas berbagai dugaan yang berkembang di lapangan.