
Bogor,beritarepublik-viral.com –Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto Presiden RI dan Gibran Raka selaku Wakil Presiden RI termasuk Kabinet Merah Putih harus segera memberangus dengan adanya bukti Kudeta yang dilakukan PT.Summarecon,TKB,MCI,KJA membuat negara baru yang ada dalam negara.
Menurut Sofyan Jimmy Mamesah mantan Wakil Kordinator MKGR Propinsi Jawa Barat Periode 1986-1989 sekaligus pemilik tanah 70 Hektar Gunung Geulis kepada awak media mengatakan,Pembentukan negara baru PT.Summarecon,TBK,MCI,KJA bukti nyata melakukan terhadap NKRI dan jelas-jelas akan memecah belah rakyat bangsa Indonesia,bahkan diduga adanya oknum kabinet Merah Putih dengan melakukan korporasi berbagai aksinya yang dilakukan selama ini dengan melakukan berbagai manipulasi data atas hak tanah rakyat termasuk intimidasi terhadap rakyat termasuk penipuan berkedok aplikasi dana yang saat ini diperkirakan sebanyak 143 juta korban oleh PT.MBA mencapai triliunan yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Bahkan ada indikasi terkait dengan modus tersebut juga korban para petani penggarap khususnya di 4 desa antara lain,Desa Gunung Geulis,Cibanon,Nagrak dan Pasir Angin,dan pelaku dilakukan oknum preman bayaran dalam hal ini melibatkan oknum TNI-Polri sehingga merugikan rakyat bahkan merampas hak rakyat termasuk modus 378 yang telah merugikan sebanyak 143 juta korban aplikasi bodong PT. MBA dalam hal ini merupakan korporasi dengan PT.Summarecon.
Menurut Sofyan Jimmy Mamesah pemilik tanah Gunung Geulis seluas 70 Hektar dan juga mendapat kepercayaan dari para korban aplikasi bodong MBA,bahwa sumber utamanya dilakukan oleh Sucipto Nagaria sebagai Owner PT.Summarecon,TBK termasuk Muljadi Budiman Cs yang memiliki rencana busuk untuk memecah belah anak bangsa dengan tujuan membuat negara dalam negara yaitu Negara PT.Summarecon.TBK,MCI,KJA.
Dikatakannya,Bahkan telah berhasil mengungkap apa yang telah dilakukan, bagaimana melakukan gerakan-gerakan di bawah tanah. Gerakan-gerakan di bawah tanah yang mana membuat negara dalam negara, dan sekarang terbentuk Negara Kesatuan Republik PT Summarecon Tbk, yang mana mereka berdiri di tanah air Indonesia, di bumi pertiwi tanah air Indonesia. Mereka memecah belah, dan ini telah terbukti yang mana dalam hal ini tentunya sebagai otak aktor dalangnya adalah Sucipto Nagaria dan Muljadi Budiman.
Saat ini rakyat anak bangsa Indonesia bersama dengan para nasabah,petani penggarap,para korban aplikasi bodong MBA dan Wartawan Indonesia bersatu,bahkan para karyawan PT.Summarecon yang diberentikan tanpa pesangon siap melakukan kudeta secara besar besaran untuk mengusir dan memberangus para mafia tanah mafia hukum serta korporasi busuk yang akan merusak kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).
Untuk itu kepada Pemerintah Republik Indonesia dibawah pimpinan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Gibran Rakabumingraka sebagai Wakil Presiden termasuk Kabinet Merah Putih untuk segara mengambil tindakan secara tegas secara hukum yang berlaku di negara kita.
Jika tidak segera diambil tindakan tentunya hal ini akan membuat rakyat kecewa dan hilangnya kepercayaan terhadap para pemimpin bangsa yang seharusnya mengedepankan apa yang menjadi aspirasi rakyatnya yang memang membutuhkan bantuan serta penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku perusak kedaulatan NKRI,bahkan rakyat anak bangsa dengan para korban petani penggarap,korban aplikasi MBA akan melakukan kudeta terhadap PT.Summarecon,TBK,MCI,KJA sekaligus memberangus mengusir dari NKRI Bumi Pertiwi Indonesia.
Sebagai anak bangsa dan rakyat Indonesia tentunya seluruh elemen untuk bersatupadu dalam memberantas pelaku aktor utama dan antek-anteknya perusak NKRI yaitu Sucipto Nagaria dan Muljadi Budiman,CS untuk segera ditangkap dan diadili karena sudah menjadi propokator perusak NKRI,dengan gerakan rakyat yang di dukung APH bersih tentunya kita berangus keserakahan,keangkuhan dan kebiadaban PT.Summarecon dan PT.MBA yang sudah menodai rakyat Indonesia.( Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr )


