Beritarepublikviral.com//BUKITTINGGI, β Seakan alam semesta menyatukan tangannya, budaya dari berbagai penjuru dunia kini berdiri berdampingan, saling memeluk dan bercerita.
Di tanah yang dihiasi pesona Jam Gadang yang telah berusia seabad, Festival Literasi Internasional Minangkabau 2026 akan membuka gerbangnya lewat tema agung:
βMerajut Harmoni Lintas Budaya Melalui Seni, Tradisi, dan Literasi Globalβ.
Seolah memiliki nyawa sendiri, setiap nada, setiap gerak, dan setiap kata yang akan tampil nanti siap menyapa jiwa, menyusuri lorong perasaan, dan menyatukan hati yang berbeda latar belakang menjadi satu kesatuan yang indah.
Pada tanggal 4 dan 5 Juni 2026, Bukittinggi akan menjadi panggung dunia, tempat seni berbicara tanpa kata, dan puisi bernyanyi tanpa suara.
β¨ HARI PERTAMA | 4 JUNI 2026
Seni berjalan menyapa, kata-kata terbang membawa pesanPertunjukan seni seolah bangkit dari akar tradisi, membawa pesan yang telah tersimpan lama:
– Lakap Lakor Entertainment Brunei datang membawa napas budaya tanah airnya
– Kerukunan Keluarga Tanah Datar Luhak nan Tuo (KKTD) menyampaikan pesan leluhur yang tak pernah pudar
– Sekolah Seni Perak Malaysia membawa warna seni yang cerah dan bersinar
– SMA 3 Bukittinggi tampil dengan semangat muda yang membara
Sementara itu, puisi seolah memiliki bibir yang berbicara, melintasi batas negara dan samudera:
Dari Malaysia, suara persuratan Melayu menyapa; dari Indonesia, nada puitis mengalir lembut dan dalam. Vietnam membawa keindahan kata yang halus, Italia menyuguhkan irama yang memikat, dan Singapura menyampaikan pesan yang tulus. Hingga ke Jepang, kata-kata menari dengan keanggunan yang mempesona.
β¨ HARI KEDUA | 5 JUNI 2026
Tradisi bergema, sastra menyatu dalam satu detak jantung
Panggung seni kembali hidup, seolah tanah sendiri yang menyanyikan lagu kebersamaan:
– SMA 2 Bukittinggi membawa semangat dan harapan baru
– Grup Randai Sakola Alam-qu Sungai Janiah mengajak penonton menari bersama napas alam
– Lakap Lakor Entertainment Brunei kembali datang membawa pesan persahabatan
– Bersama PPMI, BKKBM, dan Sanggar Seni Sakora Awak Bengkulu yang menyampaikan cinta pada budaya
Dan di sini, puisi seolah menjadi jembatan yang menghubungkan benua:
Suara dari Indonesia bergema jelas, bertemu dengan nada Spanyol yang hangat, pesan Palestina yang penuh makna, hingga ke Australia yang terbuka luas. Bulgaria membawa irama yang unik, Malaysia menyampaikan persaudaraan, dan India menghadirkan kebijaksanaan yang dalam. Semua kata bersatu, semua suara menyatu menjadi satu harmoni yang menyentuh dasar hati setiap orang yang mendengarnya.
Selain itu, momen ini juga menjadi puncak dari berbagai lomba bergengsi: Final Musikalisasi Puisi Antar Negara, Final Dialog Kata-Kata Klasik Minangkabau, serta pengukuhan 10 Penulis Puisi Terbaik Nasional dan 10 Penulis Puisi Terbaik Sumatera Barat.
Seolah waktu sendiri yang berhenti sejenak untuk menyaksikan keindahan ini, acara ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan pernyataan bahwa budaya tidak memiliki batas, seni tidak mengenal jarak, dan kata-kata mampu menembus segala dinding untuk menyentuh jiwa manusia.(Tb Mhd Arief Hendrawan)

