(Resonansi Jiwa – Puisi, Saksi Agung Tanah Minangkabau)
Beritarepublikviral.com//Bukittinggi, –
Di tengah bukit yang membentang memeluk cakrawala,
Di bawah langit Bukittinggi yang berganti rupa,
Engkau berdiri kokoh bagai raja yang tak pernah tergoyahkan,
Menembus kabut malam, menyapa mentari pagi, dan menantang awan yang berarak.
Atapmu menjulang indah berbentuk bagonjong,
Simbol luhur warisan leluhur yang takkan pernah pudar dimakan usia.
Angin Ngarai Sianok menjadi bisikan setiamu,
Membawa namamu terbang melintasi samudra, terdengar oleh telinga dunia.
Kau bukan sekadar tumpukan batu dan beton yang diam terpaku,
Engkau napas kehidupan kota yang senantiasa berdenyut syahdu.
Detak jarimu berirama lembut namun tegas,
Menghitung nafas sejarah yang telah berlalu dan yang terus berlanjut.
Dari masa silam saat penjajah menginjak bumi pertiwi,
Hingga kilau kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata,
Kau menyaksikan segalanya dengan mata hati yang jernih:
Zaman Belanda yang angkuh, masa Jepang yang kelam, hingga embusan semangat Bung Hatta.
Langkah sang Proklamator pernah menapak di kakimu,
Menanam api kemerdekaan yang kini terus membara dalam setiap dentanganmu.
Lihatlah keunikanmu yang memesona seisi jagat:
Angka empatmu yang terukir indah bukan sekadar tanda waktu,
Melainkan tanda kasih yang mengajarkan kesederhanaan di tengah kemegahan.
Saat senja melukis langit dengan warna emas dan merah delima,
Lampu-lampu kota mulai berpendar membelaimu dengan gemerlap lembut.
Kabut turun perlahan bagaikan selendang suci yang menyelimuti tubuhmu,
Menyembunyikan rahasia, namun menampakkan pesona yang memikat hati siapa saja yang memandang.
Engkau adalah penjaga kenangan abadi,
Menampung tawa bahagia, rindu yang mendalam, dan cerita kasih manusia.
Bagi penduduk setempat, engkau adalah jantung yang terus berdetak.
Bagi dunia yang memandang, engkau adalah simbol keteguhan yang agung.
Di tengah dinginnya angin malam yang menusuk tulang,
Hangat sejarahmu tetap hidup dan memilin sanubari.
Wahai Jam Gadang, saksi bisu yang tak pernah lelah,
Biarkan detakmu terus menggema ke segenap penjuru alam raya.
Kabarkan kepada manusia di seluruh benua:
Bahwa di tanah Minangkabau yang indah ini,
Terdapat warisan luhur yang kokoh, bersahaja, dan sarat makna.
Teruslah berdiri megah, teruslah berdentang menyapa waktu,
Menjaga budi, mengingatkan waktu, dan menjadi cahaya abadi
Yang menuntun hati manusia kembali menghargai sejarah dan kasih sejati.(Tb Mhd Arief Hendrawan)


