Beritarepublikviral.com//BEIJING, – Angin persahabatan bertiup lembut melintasi dua benua. Delegasi Islam wilayah binaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Medan bersama Prof.Dr.H.Fauzi Bahar,M.Si Dt.Sati beserta rombongan kembali melangkah gagah di halaman Kedutaan Besar RI di Beijing, Senin (18/5/2026). Silaturahmi bersejarah ini terjalin hangat saat rombongan bertatap muka akrab dengan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.
Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar Dt. Sati, yang turut hadir dalam lawatan agung ini, menyampaikan kabar cerah: Duta Besar Djauhari telah berjanji akan menjadi jembatan kokoh, mendorong laju kerja sama pendidikan, kebudayaan, hingga menjalin ikatan hati masyarakat kedua negara kian erat dan mesra.
Sejarah pun seolah berbisik lembut: hubungan kedua bangsa ini bukanlah kisah baru. Dukungan tulus Negeri Tirai Bambu saat masa sulit pandemi pernah menjadi penyangga nyata bagi Indonesia, melalui hadiah vaksin dan bantuan kemanusiaan yang menjadi obat di kala krisis kesehatan. Lebih jauh lagi, benang emas persaudaraan budaya telah terjalin sejak berabad silam—bahkan jauh sebelum Laksamana Cheng Ho mengarungi samudra menyeberang ke Nusantara.
Kini, semangat muda terus mengepakkan sayap: nyaris 20.000 pelajar Indonesia tengah menimba ilmu di universitas – universitas ternama di China. Semakin banyak generasi emas Sumbar, termasuk lulusan pesantren dan sekolah Islam, memilih negeri ini sebagai ladang ilmu yang luas dan terbuka.
Lawatan ini membuka mata dan hati Fauzi Bahar Dt.Sati: ia menyaksikan langsung betapa gemilangnya pembangunan nasional, tata kelola sosial yang tertib, serta kemajuan ekonomi yang melesat pesat di sana. Ia meyakini, langkah yang difasilitasi KJRI Medan ini telah menjadi jendela luas yang saling menerangi pengertian dan kasih antarmasyarakat.
✨ Rangkaian Kisah Emas Kunjungan Fauzi Bahar Dt.Sati
Perjalanan ke Beijing dan sejumlah wilayah strategis China ini menorehkan banyak kesepakatan manis:
🌏 Merajut Adat di Kancah Dunia
Filsafat luhur Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) turut hadir menyapa dunia. Nilai agung Minangkabau diperkenalkan kepada tokoh internasional dan pelaku usaha, menjadi jembatan budaya yang indah.
🤝 Janji Bersama di Kedubes
Pada Sabtu (18/5), pertemuan hangat dengan Dubes Djauhari melahirkan tekad bulat: pendidikan, budaya, dan persahabatan rakyat akan dipacu semakin cepat dan kokoh.
đź›’ Membuka Pintu Pasar Dunia
Dialog hangat dengan asosiasi pedagang Tionghoa dan pemimpin daerah membuka jalan lebar bagi produk unggulan Sumatera Barat untuk melangkah gagah menuju pasar global.
🕌 Menelusuri Jejak Islam yang Damai
Sebelum tiba di Beijing, rombongan menyapa tanah Xinjiang. Di sana, komunitas Muslim hidup rukun dan berkembang subur. Fauzi Bahar Dt.Sati pun menjajaki harapan indah: membuka peluang beasiswa bagi putra-putri terbaik Sumbar, termasuk dari kalangan pendidikan agama.
🚀 Bisnis Dan Produk Lokal Sumatera Barat: Terbang Menembus Dunia
Optimisme Ketua Umum LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Dt.Sati membuncah. Produk bumi Minang siap bersanding megah di pasar China lewat empat pilar utama:
1. Jalur Ekspor Baru: Pintu ritel China terbuka lebar menyambut kekayaan Sumatera Barat.
2. Pasar Halal yang Luas: Wilayah barat laut China yang mayoritas Muslim menjadi rumah potensial bagi produk halal Minang.
3. Teknologi Pendukung: Kemajuan digital China siap memodernisasi cara kerja dan pemasaran UMKM lokal.
4. Jalinan Investasi: Peluang modal dan peralatan canggih hadir menyemangati pengusaha kecil untuk tumbuh lebih kuat.
🛍️ Kekayaan Alam Sumatera Barat Yang Dicari Dunia
Pasar China begitu jatuh cinta pada anugerah bumi Sumatera Barat:
– 🥥 Minyak Kelapa Sawit & Olahan Kelapa: Mendominasi industri pangan dan kecantikan.
– 🥝Buah Tropis Segar: Manggis berkualitas istimewa terbang langsung lewat penerbangan khusus dari Padang.
– 🌿 Gambir & Rempah: Kayu manis, kopi, dan gambir menjadi primadona farmasi hingga kafe-kafe megah.
– 🛞 Karet Alam: Menopang roda industri otomotif Negeri Tirai Bambu.
🎓 Bekal Ilmu Untuk Pengusaha

Berkat kunjungan Ketua Umum LKAAM Sumbar diharapkan Pemerintah dan Lembaga Keuangan menyediakan “bahan bakar ilmu” gratis agar UMKM makin siap tempur:
1. UMKM Bisa Ekspor – Kemendag: Menghubungkan pengusaha lokal dengan pembeli dunia.
2. Sumbar Go Export – Bank Indonesia: Pendampingan lengkap dari hulu hingga ekspor.
3. Export Coaching Program: Bimbingan menyeluruh selama 8–10 bulan.
4. Desa Devisa: Membantu desa penghasil komoditas menjadi sentra ekspor unggulan.
Dengan semangat yang menyala terang, kunjungan ini telah menanam benih harapan: budaya bersatu, ekonomi tumbuh, dan persahabatan abadi antara dua bangsa yang saling menguatkan.(Tb Mhd Arief Hendrawan)


