πŸ•Œ KEHANGATAN PERTEMUAN SUKU MELAYU: Menjahit Kembali Ikatan SMB, Menjaga Nyala Adat Tetap Menyala

πŸ•Œ KEHANGATAN PERTEMUAN SUKU MELAYU: Menjahit Kembali Ikatan SMB, Menjaga Nyala Adat Tetap Menyala

Beritarepublikviral.com//PADANG, – Gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat seolah tersenyum ramah siang itu, Minggu (17 Mei 2026). Dinding-dindingnya merangkul hangat kedatangan para pemimpin, sementara udara di dalamnya dipenuhi aroma persaudaraan yang kental nan damai. Rapat agung Suku Melayu Badunsanak (SMB) berlangsung penuh keikhlasan, dipimpin langsung oleh Ketua Umum SMB, Sudirusman, sebagai pengemban amanah tradisi.

Ninik Mamak datang membawa wibawa luhur, Bundo Kanduang menghadirkan kelembutan dan kearifan, serta para tokoh dan keluarga besar Suku Melayu dari seluruh penjuru Sumatera Barat hadir menyatukan hati. Mereka datang bukan sekadar untuk berapat, melainkan menemukan kembali akar diri dan merajut benang kasih yang tak pernah putus.

Di tengah suasana yang tertib dan akrab, Sudirusman berbicara lirih namun tegas, seolah menyapa jiwa setiap hadirin: β€œMarilah kita peluk erat kekompakan ini, biarkan komunikasi mengalir bak sungai yang tak pernah kering di musim apa pun.”

Beliau pun mengingatkan agar tangan-tangan generasi muda senantiasa memeluk erat warisan luhur ini. β€œJangan biarkan angin perubahan zaman memadamkan obor adat kita. Jagalah ia tetap terang, agar tidak hilang ditelan arus modernisasi.”

Sebanyak 30 peserta hadir duduk melingkar bagai bintang-bintang yang mengelilingi cahaya utama. Mereka saling berbagi pandangan: merawat tali kekeluargaan agar makin kuat, menabur benih pelestarian budaya Minangkabau, serta memperkokoh peran mulia Ninik Mamak sebagai tiang penyangga marwah kaum. Tak luput dibahas pula betapa pentingnya bahu-membahu menghadapi tantangan zaman, agar tradisi tetap tegak berdampingan dengan kemajuan masa kini.

Di penghujung pertemuan, kamera seolah menjadi saksi bisu yang setia mengabadikan momen berharga. Semua berdiri bersanding, senyum merekah menjadi simbol: persatuan yang tak tergoyahkan dan kebersamaan yang abadi.

Melalui rapat yang sarat makna ini, harapan besar pun terucap dari sanubari keluarga besar SMB: semoga tali persaudaraan antara Suku Melayu di Bungus dan Suku Melayu di Pasie Nan Tigo makin terjalin kokoh. Semoga nilai-nilai luhur adat dan budaya Minangkabau terus hidup dan tumbuh subur, menjadi jiwa yang menyejukkan hati masyarakat di Bumi Andalas tercinta.(Tb Mhd Arief Hendrawan)