Beritarepublikviral.com Medan 27/5/26 – Kasus korban pencurian yang justru berujung menjadi tersangka di Polrestabes Medan kembali memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik kini mempertanyakan, apakah suara masyarakat kecil masih didengar oleh Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI?
Perkara ini bermula dari laporan pencurian di sebuah toko ponsel di wilayah Pancur Batu. Korban mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah isi brankas tokonya dibongkar oleh dua orang teknisi handphone yang disebut baru bekerja beberapa minggu.
Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan hukum sebagai pelapor, kasus tersebut berkembang hingga korban justru ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Keluarga korban menyebut penetapan itu terjadi setelah korban diminta Polisi menangkap pelaku di lokasi yang telah diketahui.
Peristiwa ini menjadi viral setelah dua anak kecil yang merupakan keluarga korban membentangkan spanduk berisi permohonan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto agar turun langsung ke Medan melihat kasus tersebut. Aksi itu menyita perhatian warganet dan memunculkan gelombang empati.
Sejumlah pihak menilai kasus ini mencerminkan perlunya transparansi dan evaluasi dalam proses penegakan hukum. Publik pun berharap DPR RI, khususnya komisi yang membidangi hukum, dapat melakukan pengawasan terhadap penanganan perkara tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana maupun dari pimpinan Polrestabes Medan terkait perkembangan terbaru kasus ini.
Di tengah derasnya perhatian publik, masyarakat menunggu kejelasan: apakah jeritan warga kecil yang merasa menjadi korban ketidakadilan akan mendapatkan respons dari para pemangku kebijakan di tingkat pusat?
Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa rasa keadilan adalah fondasi utama kepercayaan masyarakat terhadap aparat dan institusi negara. (Tim)


