BRV.COM||Surabaya – Hubungan antara insan pers dan pihak sekolah kembali menjadi sorotan. (12/5/2026)Kali ini, sejumlah wartawan mengaku merasa tersinggung atas ucapan salah satu staf di SMAN 7 Surabaya yang dinilai kurang sopan saat berlangsungnya komunikasi terkait kegiatan peliputan di lingkungan sekolah.
Insiden tersebut disebut terjadi ketika wartawan mencoba melakukan komunikasi dan konfirmasi terkait sejumlah informasi yang berkembang di lingkungan sekolah. Namun, dalam percakapan tersebut, staf yang diketahui bernama Mat Ali diduga mengeluarkan kalimat yang dianggap tidak pantas dan menyinggung perasaan wartawan.

Beberapa wartawan menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan etika komunikasi terhadap insan pers yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Terlebih, wartawan hadir untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang.
“Kalau memang bercanda harus tetap ada batasnya. Jangan sampai ucapan yang keluar justru merendahkan atau menyinggung profesi wartawan,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi hal tersebut, Mat Ali disebut berdalih bahwa perkataan yang disampaikan hanya sebatas gurauan dan tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak tertentu. Meski demikian, sejumlah wartawan tetap menyayangkan sikap tersebut karena dinilai dapat memperkeruh hubungan antara lembaga pendidikan dan media.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian berbagai pihak. Banyak yang berharap agar seluruh elemen di lingkungan sekolah dapat lebih bijak dalam berkomunikasi, terutama terhadap jurnalis yang menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Pers.

Insan pers juga berharap adanya sikap saling menghormati dan keterbukaan informasi sehingga hubungan antara media dan institusi pendidikan tetap terjalin dengan baik, profesional, dan saling menghargai.(bersambung)


