Ormas Kamtibmas Indonesia Batam harus jadi rumah gagasan dan pengabdian

Ormas Kamtibmas Indonesia Batam harus jadi rumah gagasan dan pengabdian

Beritarepublikviral.com // Batam, 7 Mei 2026 — Keberadaan organisasi masyarakat dinilai tidak boleh hanya menjadi simbol sosial atau wadah berkumpul semata, tetapi harus mampu menjadi ruang lahirnya gagasan, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat serta bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Dr. Nursalim Tinggi, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Afiliasi Pengajar, Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain (AFEBSKID) Provinsi Kepulauan Riau, Humas Da’i Kamtibmas Indonesia, sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, Ormas Kamtibmas Indonesia Kota Batam sebagai mitra strategis TNI dan Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta harmoni sosial di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

“Organisasi masyarakat tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjadi rumah pengabdian dan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Dr. Nursalim Tinggi.

Ia menilai, sejak berdiri pada tahun 2016, Ormas Kamtibmas Indonesia Batam harus terus memperkuat identitasnya sebagai organisasi yang berorientasi pada kerja nyata dan manfaat langsung kepada masyarakat.

Bentuk pengabdian tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui berbagai program sosial seperti edukasi masyarakat, penguatan nilai kebangsaan, pembinaan generasi muda, serta dukungan terhadap terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Batam.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang dibangun berdasarkan visi, integritas, dan program kerja yang jelas, bukan sekadar kepentingan pribadi atau simbol kekuasaan organisasi.

“Organisasi besar tidak boleh berjalan tanpa arah. Pemimpin harus memiliki visi dan program nyata untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap calon pemimpin di tubuh organisasi harus diberi ruang terbuka untuk menyampaikan visi, misi, dan gagasan kerja di hadapan anggota maupun masyarakat, sehingga proses kepemimpinan berjalan sehat dan demokratis.

“Sudah saatnya budaya adu gagasan dibangun secara terbuka dan sehat di tubuh organisasi. Dari sana akan lahir pemimpin yang benar-benar siap bekerja dan memahami tantangan sosial masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap, Ormas Kamtibmas Indonesia Batam dapat terus berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki kekuatan moral, intelektual, dan pengabdian sosial dalam mendukung stabilitas daerah serta memperkuat hubungan masyarakat dengan aparat negara.

Tulisan ini menjadi refleksi penting bahwa organisasi masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persatuan, membangun kesadaran sosial, dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah dinamika kehidupan modern.

(Dr. Nursalim Tinggi, S.Pd., M.Pd)