🍃Napas LKAAM Kab.Solok Berhembus Kembali, Reflidon Dt. Kayo Meneruskan Kembali Sebagai Nahkoda Baru LKAAM Kabupaten Solok 2024~2029

🍃Napas LKAAM Kab.Solok Berhembus Kembali, Reflidon Dt. Kayo Meneruskan Kembali Sebagai Nahkoda Baru LKAAM Kabupaten Solok 2024~2029

Beritarepublikviral.com // Kabupaten Solok, – Di bawah atap Islamic Center Solok, sejarah baru kembali ditorehkan. Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar dengan penuh khidmat akhirnya mempersembahkan sebuah keputusan bulat: Drs. Reflidon, MM Datuak Kayo, dipilih melalui jalan musyawarah mufakat untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok, mengisi sisa masa bakti 2024-2029.

Perhelatan besar ini bukanlah sekadar pertemuan biasa. Ia berjalan dengan dinamika yang memukau, di mana Sidang Pleno I, II, dan III menjadi panggung perdebatan yang tajam namun tetap beradab. Argumen saling bersahutan, pemikiran bertautan, namun di balik ketegangan itu, jiwa demokrasi Minangkabau justru bersinar paling terang. Akhirnya, setelah segala perbedaan dirajut menjadi satu, mufakat pun lahir dengan anggun, menempatkan Reflidon Dt. Kayo sebagai pemimpin definitif yang diamanahkan menjaga marwah adat, Rabu 22/04/2026.

Hadir menyaksikan detik-detik bersejarah ini, perwakilan Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat, Sekretaris Arfa Kasni, MS, SP, MMP, C.Med. Dt. Tumangguang. Juga hadir sosok yang dituakan, Wakil Bupati Kabupaten Solok H. Candra, SHI selaku Pucuak Undang LKAAM, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Marcos Sophan, S.Pt., M.Si. Ruangan itu seakan dipenuhi rasa hormat dan harapan besar bagi masa depan adat.

Arfa Kasni Dt. Tumangguang menuturkan, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab. Setelah pemimpin terdahulu, Alm. H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, kembali ke haribaan Yang Maha Kuasa pada 8 Februari lalu, tongkat estafet kepemimpinan tidak boleh kosong. “LKAAM tidak boleh berhenti bernapas. Maka Musdalub ini hadir untuk memastikan roda organisasi terus berputar sesuai AD/ART dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya penuh keyakinan.

“Alhamdulillah, para Niniak Mamak telah menunjukkan kelasnya. Meski diwarnai dinamika, namun akhlak dan aturan organisasi tetap menjadi kompas utama. Ini adalah wajah asli demokrasi kita. Selamat kepada Angku Reflidon Dt. Kayo, semoga amanah ini dijaga sebaik-baiknya,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok, H. Candra, SHI, dalam sambutannya memuji langkah cepat yang diambil LKAAM. Baginya, kecepatan dalam berorganisasi adalah bukti bahwa semangat menjaga adat tidak pernah padam.

“LKAAM adalah mitra sejati yang paling memahami denyut nadi masyarakat. Teruslah bersinergi dengan pemerintah daerah, rangkul semua elemen, dan jadikan budaya serta adat sebagai kekuatan yang menyatukan,” pesan Wabup Candra dengan tegas.

Di kursi kepemimpinan yang baru, Reflidon Dt. Kayo tampak begitu terharu. Matanya menyimpan rasa syukur yang tak terhingga atas kepercayaan yang begitu besar ditumpukan di pundaknya.

“Kaki ini melangkah bukan karena kekuatan sendiri, melainkan karena doa dan restu kalian,” ucapnya penuh penghayatan.

Ia berjanji, semua program kerja yang telah dirintis oleh pendahulunya, Alm. Gusmal Dt. Rajo Lelo, tidak akan ditinggalkan, melainkan akan diteruskan dan dipoles menjadi lebih berkilau. Masukan dari para pemangku adat dan pemerintah akan dijadikan bahan bakar untuk memajukan organisasi.

“Kita akan berjalan beriringan dengan Pemkab Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Pandu dan Wakil Bupati Candra. Visi ‘Solok Sejuk, Damai, Terbuka, dan Adil’ adalah rumah bagi kita semua, di mana budaya dan adat istiadat tetap menjadi nyawa yang menghidupi,” tegasnya.

Reflidon juga tak lupa menunduk hormat kepada yang mewakili Ketua Umum LKAAM Sumbar, Arfa Kasni Dt.Tumangguang yang telah membimbing proses ini hingga berjalan lancar dan penuh berkah.

💡Jejak Panjang Menjadi Bukti Kepercayaan

Pemilihan Drs. Reflidon, MM Datuak Kayo untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok bukanlah sekadar kebetulan. Ia hadir bukan dengan tangan kosong, melainkan membawa bekal pengalaman yang telah ditempa puluhan tahun, baik di dunia pendidikan, birokrasi, maupun kancah adat. Sosoknya dianggap memiliki akar yang kuat dan kapasitas yang mumpuni untuk menjaga marwah budaya agar tetap tegak berdiri di tengah derasnya arus zaman.

Lahir di Koto Lawaeh pada 23 Juli 1964, perjalanan hidupnya bagai sungai yang mengalir tak pernah lelah menuju laut. Kariernya dimulai perlahan namun pasti sejak tahun 1989 sebagai pengajar di tingkat SMP. Ketekunan dan dedikasi yang tulus mengantarkan langkahnya mendaki ke berbagai posisi strategis di Dinas Pendidikan, mulai dari Kepala Cabang Dinas hingga memimpin Bidang Pembinaan SMP serta Prasekolah dan Sekolah Dasar.

Namun, kiprahnya tak berhenti di situ. Pengalamannya merambah ke berbagai instansi penting, mulai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga Bappeda. Ia pun pernah dipercaya memegang kendali pemerintahan sebagai Camat IX Koto Sungai Lasi, sebelum akhirnya mengakhiri pengabdiannya sebagai abdi negara dengan catatan perjalanan yang sangat membanggakan.

Ketika dunia birokrasi telah ia tinggalkan, panggilan adat justru semakin kuat memanggil namanya. Sejak tahun 2008, ia telah menjadi pelindung dan pemimpin di kampung halaman sebagai Pangulu Kampuang KAN Koto Laweh. Di organisasi LKAAM, namanya harum hingga ke tingkat Provinsi Sumatera Barat, bahkan dipercaya menduduki posisi penting sebagai Sekretaris Umum dan Wakil Ketua Umum.

Satu catatan emas yang tertoreh dalam perjalanannya adalah ketika ia menjadi penggerak utama lahirnya Majelis Tali Tigo Sapilin (MTTS). Dengan semangat yang membara, ia berhasil mempertemukan tiga kekuatan besar: Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Parik Paga Nagari se-Sumatera Barat. Dari pertemuan agung itulah lahir Deklarasi Koto Baru, sebuah kompas moral berupa kode etik yang menjadi pedoman luhur bagi pemangku adat dan agama di masa kepemimpinan Bupati H. Drs. Syamsu Rahim.

“Adat, agama, dan pemerintah itu ibarat tiga kaki yang menopang sebuah dapur. Tidak bisa satu berjalan sendiri-sendiri. Harus seiring dan sejalan, saling mengisi dan menguatkan. Itulah yang kami bangun melalui Tali Tigo Sapilin,” ujarnya bijak.

🛡️Rapat Pleno Bersama LKAAM Sumbar

Harapan pun disematkan agar kepengurusan baru segera disusun dan dikukuhkan oleh Ketua Umum LKAAM Sumbar, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, sehingga LKAAM Solok bisa kembali tegak dan kokoh menjalankan tugas mulianya.

Demikian hasil sidang pleno di ruang kantor Ketua Umum LKAAM Sumbar yang dihadiri
>1.Prof.Dr.Fauzi Bahar,M.Si Dt.Sati
>2.Dr.Amril Amir,M.Pd Dt.Lelo Basa
>3.Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah
>4.Arkadius Dt. Intan Bano
>5.M.Nasir, Dt.Sampono Batuah
>6.Arfa Kasni Dt.Tumangguang
>7.Azhar Nuri Dt. Putiah
>8.Drs. Reflidon Dt. Kayo, dan
>9.Muzmaizer Dt.Gamuak

“Reflidon dipilih untuk meneruskan tugasnya sebagai Ketua LKAAM Kabupaten Solok mengisi sisa masa bakti 2024-2029, karena berdasarkan dedikasi Rekam Jejak Panjang sebagai Penopang Kepercayaan, ujar Fauzi Bahar Dt.Sati, Rabu 29/04/2026.

Kini, ketika kepercayaan besar itu kembali ditumpukan di pundaknya untuk memimpin LKAAM Kabupaten Solok, semua memandang bahwa jabatan ini adalah buah manis dari perjalanan panjang yang tak pernah lelah mengabdi.

“Amanah ini bukan sekadar gelar yang menghiasi nama, melainkan beban berat yang harus dipikul dengan rasa takut dan harap. Tugas kita adalah memastikan nilai-nilai luhur itu tetap bernapas dan hidup di dada masyarakat hingga tahun 2029 nanti,” tegas Fauzi Bahar .

Menjawab berbagai dinamika dan sorotan yang pernah menimpanya, pada Jurnalis BRV Reflidon menjawab dengan ketenangan seorang tua yang bijak.

“Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang luput dari salah dan khilaf. Namun, kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan cermin untuk terus memperbaiki diri,” ucapnya penuh optimis, siap melangkah membawa amanah.

Dengan keahliannya yang telah teruji sebagai penengah dan mediator ulung dalam menyelesaikan berbagai sengketa adat di berbagai Pengadilan Negeri se-Sumatera Barat, masyarakat menaruh harap besar.

Diharapkan, di bawah komandonya, LKAAM Kabupaten Solok akan semakin menjadi payung yang teduh, menjaga kerukunan, dan menjadi penyeimbang antara kemajuan zaman dan kearifan lokal yang tak ternilai harganya. (Tb Mhd Arief Hendrawan)