Beritarepublikviral.com// Padang, – Dunia pendidikan kini sedang berdansa selaras dengan laju zaman yang kian cepat. Di tengah gemuruh kemajuan teknologi, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat mengulurkan tangan penuh dukungan untuk menyambut kelahiran gagasan besar melalui Seminar Internasional dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4.
Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Guru di Era Artificial Intelligence (AI)”, acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah panggung di mana masa depan pendidikan akan dirancang. Seminar yang akan “berbicara” banyak hal ini dijadwalkan hadir memukau pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Student Centre Kampus 2 UIN Sjech M. Djamil Djambek, Bukittinggi.
Ketua Panitia IMLF-4, Sastri Bakry, menegaskan bahwa guru adalah jantung yang terus berdetak bagi kehidupan pendidikan. Di hadapan teknologi yang kian cerdas, guru dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan penakluk yang bijak. Mereka harus mampu beradaptasi namun tetap memegang teguh kompas moral, memastikan bahwa kecanggihan AI tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan, karakter, dan jiwa pedagogis.
“Oleh karena itu, kami hadir membuka ruang dialog seluas-luasnya, mempertemukan para pemikir, pengajar, dan praktisi untuk meramu strategi bersama,” ujarnya saat berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, Kamis (30/4/2026).
Habibul Fuadi menyambut hangat inisiatif ini. Baginya, kehadiran suara-suara dari berbagai penjuru dunia adalah jendela yang akan membuka wawasan para guru. “Kami siap mengawal dan mendorong para pendidik untuk hadir, menyerap ilmu, dan membawa pulang inspirasi baru,” tegasnya.
Dukungan serupa juga mengalir deras dari Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, MA. Dalam pertemuan bersama tim panitia,(29/04/2026), ia menyebut acara ini sebagai “harta karun” yang berharga.
“Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan, khususnya bagi guru-guru madrasah untuk menimba ilmu langsung dari para ahli mancanegara. Insya Allah, kami akan mengajak mereka hadir dan terinspirasi,” ujar Mustafa.
Seminar ini akan menjadi saksi bisu pertemuan para pakar yang akan membagi kearifan lokal maupun global. Hadir sebagai pembicara kunci, Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin dan Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis.
Sementara itu, wawasan internasional akan “bercerita” melalui narasumber terpilih dari berbagai benua: Australia, Iran, Palestina, Belanda, hingga Inggris. Di antaranya Dr. Ganjar Harimansyah (Indonesia), Mrs. Mai White (Australia), Prof. Dr. Mohsen Rahjerdi (Iran), Prof. Hanan Ahmad (Palestina), Prof. Dr. Silfia Hanani (Rektor UIN Bukittinggi), Prof. Dr. Lisa Kuitert (Belanda), dan Ahmed Zaabar (Inggris). Mereka akan mengupas tuntas bagaimana AI bisa menjadi sahabat, bukan pengganti, serta bagaimana menjaga ketahanan mental pendidik di tengah arus perubahan.
Dipandu oleh Dr. Irwandi, seminar ini membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang mencintai dunia pendidikan: mulai dari guru PAUD, SD, hingga SMA/SMK/Madrasah, dosen, kepala sekolah, pengawas, mahasiswa, peneliti, hingga para pemerhati yang peduli akan masa depan anak bangsa.
📞Pendaftaran:
Evelin 0857-6521-3923
📲Narahubung Media:
Armaidi Tanjung – Sekretaris IMLF-4


