
Kabupaten Bogor,beritarepublik-viral.com – Peringatan Hari Posyandu Nasional yang dilaksanakan di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah dan penuh partisipasi dan antusias warga masyarakat yang dilaksanakan pada Rabu 29 April 2026.
Sejak pagi hari, warga, khususnya para ibu bersama balita, tampak antusias mendatangi lokasi posyandu untuk mengikuti berbagai layanan kesehatan yang disediakan oleh tim medis dari Puskesmas Dramaga dibantu oleh wilayah desa setempat.
Dalam kesempatan tersebut selaku Ketua TP-PKK Desa Sukadamai, Hj. Dedeh Kurniasih, kepada awak media mengatakan, bahwa saat ini terdapat delapan posyandu aktif di wilayahnya yang seluruhnya menggunakan nama “Kemuning”, mulai dari Kemuning 1 hingga Kemuning 8. Menurutnya, keberadaan posyandu tersebut menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
Alhamdullilah dalam kegiatan yang dilaksanakan saat ini“Seluruh posyandu berjalan aktif dan rutin memberikan pelayanan, mulai dari penimbangan balita, imunisasi, hingga konsultasi kesehatan,”katanya.
Antusias serta tingginya tingkat kehadiran warga dalam kegiatan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini,bahkan para ibu tidak hanya mengikuti penimbangan,akan tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan kader kesehatan terkait kondisi anak mereka.
Salah satu posyandu yang menjadi perhatian adalah Posyandu Kemuning 8, yang saat ini tercatat melayani 83 balita dan 7 ibu hamil berdasarkan data terbaru,sedangkan jumlah tersebut menunjukkan tingginya cakupan layanan yang terus diupayakan agar berjalan optimal.
Dalam mendukung peningkatan gizi anak, Pemerintah Desa Sukadamai secara konsisten menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di setiap kegiatan posyandu,adapun bantuan tersebut disesuaikan dengan jumlah balita, termasuk pemberian susu tambahan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus terkait kondisi gizinya.
Meski masih ditemukan kasus stunting, Hj. Dedeh menegaskan bahwa jumlahnya relatif kecil dan menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Lebih lanjut dikatakan,bahwa sejumlah anak yang sebelumnya mengalami gangguan pertumbuhan kini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah mendapatkan intervensi yang tepat.
“Perbaikan kondisi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kader, pemerintah desa Sukadamai dan masyarakat berjalan cukup baik,” tambahnya.
Namun demikian, terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga saat ini belum seluruh posyandu di Desa Sukadamai menerima program tersebut.
Meski begitu, pihak desa telah mulai menerima informasi awal mengenai pelaksanaannya dan berharap program tersebut dapat segera direalisasikan secara merata dan berkesinambungan.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Dramaga, Hj. Lilis R. Sumaryo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima arahan untuk melaksanakan pelayanan posyandu secara serentak di seluruh wilayah.
Untuk tahap awal, kegiatan tersebut baru diterapkan di dua desa, yakni Desa Sinarsari dan Desa Sukadamai.
Dijelaskan bahwa saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi layanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Transformasi ini memperluas cakupan layanan posyandu, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta perumahan.
“Posyandu kini menjadi pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat. Meski masih dalam tahap sosialisasi, kami optimistis ke depan layanan ini akan semakin optimal,” jelasnya.
Terkait program MBG, ia mengingatkan kepada para penyedia layanan agar tetap menjaga kualitas makanan yang diberikan,bahkan dalam menu yang disajikan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi balita dan ibu menyusui, serta dipastikan dalam kondisi layak konsumsi.
Melalui momentum Hari Posyandu Nasional ini, diharapkan peran posyandu semakin diperkuat sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi balita, serta memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan serta dapat terciptanya keluarga sehat sejahtera serta mampu menjadi keluarga yang mandiri serta mendukung program pemerintah dalam berbagai sektor terutama dalam lesehatan.( Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr )


