Senyum Harapan Terukir Indah: IASMA 1 Landbouw dan Aisyiyah Hadirkan Keajaiban Lewat Operasi Bibir Sumbing

Senyum Harapan Terukir Indah: IASMA 1 Landbouw dan Aisyiyah Hadirkan Keajaiban Lewat Operasi Bibir Sumbing

Beritarepublikviral.com // PADANG – Sebuah momen penuh kasih sayang dan kepedulian kembali mekar di bumi Minangkabau. Senin (27/4/2026), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka tirai kegiatan bakti sosial operasi celah bibir dan lelangit yang menjadi bagian dari perayaan Milad ke-109 ‘Aisyiyah.

Kali ini, kebaikan hadir dalam wujud kolaborasi yang memukau. Pengurus Wilayah ‘Aisyiyah berpadu erat dengan RSU ‘Aisyiyah Padang, didukung penuh oleh Ikatan Alumni SMA 1 (IASMA 1) Landbouw Bukittinggi serta Smile Train Indonesia. Selama tiga hari berturut-turut, 27 hingga 29 April 2026, RSU ‘Aisyiyah Padang tak sekadar menjadi bangunan beton, melainkan rumah baru yang memeluk harapan ribuan hati.

Dalam suasananya yang hangat, Gubernur Mahyeldi tak mampu menyembunyikan kekagumannya. Ia menatap kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bukti nyata bahwa kepedulian di tanah ini terus tumbuh subur dan tak pernah layu, bahkan kini menginjak tahun keempat.

“Alhamdulillah, kebaikan ini terus berjalan untuk keempat kalinya. Terima kasih yang setulus-tulusnya untuk keluarga besar IASMA 1 Landbouw Bukittinggi. Tangan-tangan mereka telah menorehkan cerita indah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya dengan nada penuh rasa syukur.

Menurutnya, sentuhan medis yang diberikan di sini jauh lebih dari sekadar penyembuhan fisik. Pisau bedah yang bekerja bukan hanya merapikan bentuk, tetapi sedang menjahit kembali kepercayaan diri yang mungkin sempat rapuh.

“Tema yang diusung, ‘Senyum dan Tawamu Bahagia Kita Bersama’, sungguh menyentuh jiwa. Operasi ini adalah jembatan bagi saudara-saudara kita untuk kembali percaya diri, melangkah tegap, dan menatap masa depan dengan wajah yang cerah,” tambahnya.

Namun, semangat berbagi dalam kegiatan ini tak berhenti di ruang operasi. Rasa kemanusiaan yang membara ini juga merambah ke aksi-aksi lain, mulai dari rencana menyalurkan hewan kurban menjelang Iduladha, hingga uluran tangan yang siap sedia bagi mereka yang tertimpa musibah bencana.

Mahyeldi juga menyoroti indahnya sinergi yang terjalin. Ketika berbagai pihak bersatu, maka beban berat pun terasa ringan untuk dipikul bersama.

Lebih dalam lagi, ia mengingatkan bahwa kesehatan adalah aset berharga yang harus dijaga sejak dini. Seringkali, penyakit datang bukan tanpa sebab, melainkan sebagai cerminan dari bagaimana kita memperlakukan lingkungan sekitar.

“Kesehatan itu sangat erat kaitannya dengan perilaku. Jika lingkungan kita bersih, maka penyakit pun akan enggan singgah. Sebaliknya, jika kesadaran akan kebersihan masih rendah, bukan hanya lingkungan yang sakit, tapi kantong dan biaya pengobatan kita pun akan ikut menjerit,” jelasnya bijak.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, khususnya generasi muda, untuk mulai menanamkan pola hidup sehat sebagai gaya hidup yang mulia.

Di penghujung amanatnya, Gubernur Mahyeldi kembali membuka pintu hatinya untuk berterima kasih.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami meletakkan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam. Semoga kebaikan yang ditanam hari ini, tumbuh menjadi pohon keteduhan yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi siapa saja yang membutuhkan,” pungkasnya.(Tb Mhd Arief Hendrawan)