Beritarepublikviral.com// PADANG, – Ombak di Pantai Ulak Karang, belakang Kampus Bung Hatta, seolah-olah masih menyimpan rahasia dan duka yang mendalam. Sejak kemarin, birunya laut yang biasanya memikat, kini berubah menjadi misterius dan ganas, menahan dua buah hati yang belum sempat menguak dunia. Pukul 07.00 WIB, Minggu (19/4/2026), harapan kembali ditautkan.
Tim gabungan kembali mengarungi permukaan air, berlayar menyusuri setiap sudut, berharap dapat menemukan jejak Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9). Dua bocah bersahabat, siswa SD 06 Lapai, warga Gunung Pangilun ini, seakan ditelan oleh kekuatan alam yang tak terduga.
Cerita di Balik Ombak Besar
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulfiton, menceritakan bagaimana kejadian naas itu bermula Sabtu siang sekitar pukul 12.40 WIB. Saat itu, keenam anak sedang bermain-main dengan riang di bibir pantai. Namun, sang laut tiba-tiba menunjukkan murka. Ombak bergulung besar memecah karang, air berubah menjadi keruh pekat.
Keempat anak yang berada di tengah berhasil berjuang kembali ke daratan, namun sayang, dua sahabat ini tak kuasa menahan tarikan arus yang kuat. Mereka terseret, lenyap ditelan hamparan biru yang dalam.
“Pencarian sempat terhenti kemarin malam pukul 19.00 WIB karena gelap dan ombak yang tak bersahabat. Namun pagi ini, kami kembali hadir, tak ingin menyerah,” ujar Hendri dengan nada tegas namun penuh harap.
Pasukan penyelamat yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Polair, Polisi, Damkar, hingga para nelayan setempat, seolah menjadi perpanjangan tangan harapan keluarga. Perahu karet membelah ombak, mata mereka menelusuri setiap riak air, berdoa agar sang laut berbaik hati mengembalikan apa yang telah ia ambil.
Tokoh Adat Hadir, Membawa Hikmah di Tengah Duka
Kedalaman musibah ini begitu
menyentuh hingga menyita perhatian seluruh lapisan masyarakat. Ketua Umum LKAAM Sumbar, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, didampingi oleh bapak Arfa Kasni MS, SP, MMP, C.Med. Dt. Tumangguang (Sekretaris LKAAM Sumbar) hadir di lokasi pencarian pada Kamis (23/4/2026) untuk menyalurkan empati dan kekuatan bagi keluarga yang dilanda pilu.
Kehadirannya membawa ketenangan, mengingatkan kita semua akan kuasa Sang Pencipta di balik kerasnya tantangan alam.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ucap Fauzi Bahar dengan suara yang bergetar menyentuh kalbu.
Arfa Kasni Dt.Tumangguang turut menenangkan hati orang tua dan keluarga yang hancur lebur oleh perpisahan ini. Bahwa hidup hanyalah titipan, dan kematian adalah jalan pulang yang pasti.
“Musibah ini adalah pengingat lembut bahwa segala sesuatu milik-Nya akan kembali kepada-Nya. Semoga Rasyid dan Zafran mendapatkan husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di surga-Nya yang terindah. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga hati ini diberi ketabahan dan kekuatan yang luar biasa,” pesannya penuh keikhlasan.
“Doa-doa kini terbang tinggi, beriringan dengan angin laut, memohon agar kedua putra terbaik ini damai di sisi-Nya, dan semoga sang laut segera memberikan jawaban bagi hati yang rindu,”tutur Fauzi Bahar. (Tb Mhd Arief Hendrawan)


