Beritarepublikviral.com//Banda Aceh, – Seolah memiliki suara sendiri, keanggunan sejarah yang terpahat pada tubuh Jam Gadang kini berkelana jauh hingga ke ujung Sumatera. Membawa misi persahabatan dan kebanggaan, sang ikon kota Bukittinggi hadir memukau para tamu agung dalam perhelatan akbar Rapat Kerja Komisariat Wilayah I APEKSI di Banda Aceh.
Di bawah naungan langit Banda Aceh, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjadi perpanjangan tangan sejarah yang dengan antusias memperkenalkan jiwa besar di balik menara megah tersebut. Tidak sekadar menampilkan bangunan tua, ia mengajak seluruh hadirin untuk menyelami kisah panjang yang akan segera mencapai usia satu abad.
“Jam Gadang tidak pernah diam; ia terus berdetak mencatat waktu peradaban,” ujar Ibnu Asis dalam kesempatan tersebut.
Melalui momen strategis ini, sang menara diajak berjabat tangan dengan para pemimpin daerah dari seluruh penjuru Nusantara, memastikan namanya tidak hanya terdengar di ranah Minang, namun juga bergema hingga kancah internasional.
Peringatan 100 tahun yang akan digelar bukan sekadar pesta perayaan, melainkan saat di mana sejarah berdialog kembali dengan masa kini. Pemerintah Kota Bukittinggi dengan hangat membuka pintu gerbangnya, mengundang seluruh keluarga besar APEKSI untuk hadir dan menjadi saksi bisu kemegahan sejarah pada 14 hingga 21 Juni mendatang.
Dalam pekan istimewa itu, Jam Gadang akan menjadi panggung utama yang menari bersama ragam budaya. Mulai dari seminar internasional, sayembara lensa dan sastra, hingga Festival Budaya yang memanjakan lidah dan mata, serta malam puncak “Jam Gadang Cultural Night” yang siap memikat hati setiap pengunjung.
Dengan langkah gagah ini, Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan pariwisata berbudaya. Jam Gadang kini berdiri bukan lagi sekadar sebagai penanda waktu, melainkan sebagai jiwa kota yang abadi, simbol kebanggaan yang terus berdenyut dan layak dijaga selamanya. (Tb Mhd Arief Hendrawan)


