
Bogor,BeritaRepublik-Viral.Com – SMP PGRI Sukaharja yang berlokasi di Kp.Nyalindung,Gg.Ace Rt.01/01,Desa Sukaharha,Kecamatan Cijeruk,Kabupaten Bogor merupakan sekolah Favourit meskipun lokasinya di wilayah Diskotik”Disisi Kota Saetik”ternyata mampu memberikan yang terbaik bagi peserta didik terlebih para orang tua mereka dalam memberikan layanan pendidikan guna menciptakan generasi berkualitas sebagai anak bangsa yang akan melanjutkan pembangunan negara tercinta Indonesia.
Walaupun lokasi sekolah tersebut berada di pinggiran, tetapi memiliki potensi kualitas peserta didik yang berkualitas,akan tetapi, sekolah ini termasuk sekolah yang banyak diminati oleh para calon peserta didik.
Sekolah tersebut memiliki tenaga pengajar sebanyak 20 orang secara keseluruhan,”katanya. Sekolah yang di nakhkodai oleh Eka Kurniati tersebut merupakan sekolah yang banyak diminati oleh orang tua peserta didik, pasalnya banyak yang daftar di sekolah tersebut.
Eka Kurniati mengungkan, sekolah ini merupakan sekolah penggerak dengan memberikan fasilitas daftar masuk gratis karena tidak ada Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), terutama bagi siswa yatim. Pihak sekolah disini sangat mendongkrak sekali untuk amanah orang tua murid yang menitipkan anaknya disini.
“Alhamdulillah dari segi itu , karena saya juga disini memiliki tim yang luar biasa, dimana guru-guru mayoritas masih muda-muda yang memang totalitas dari segi pengajaran, dari segi kreativitas mereka untuk memberikan pembelajaran yang terbaik di sini,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, Selama dibawah kepemimpinan saya, sekolah ini mengalami peningkatan secara signifikan terkait jumlah peserta didik yang masuk pada tahun ini, bahkan saking banyaknya peserta didik yang minat masuk kesini dan menolak calon peserta didik yang mau masuk kesini, bahkan sampai sebanyak 4 kelas.
Dikarenakan terbatasnya jumlah kelas yang ada. Bagi yang tidak mau mentaati peraturan, pihak sekolah tidak memaksa untuk masuk di sekolah tersebut. Karena pihak sekolah tidak mau banyak peserta didik yang tidak bisa mentaati peraturan yang ada. Maka dengan sendirinya itu akan menjadi beban untuk sekolah, bila peserta didik yang tidak berpotensi yang ada, tetap dipersilahkan untuk masuk. Selama itu ada juga beberapa peserta didik yang keluar dari sekolah,”pungkasnya.
Ditambahkannya, Pihak sekolah secara akademis, telah memfasilitasi Sekolah tersebut yang unggul dan paling menonjol adalah salah satunya dari segi kegiatan ekstrakurikuler terutama di bidang olahraga seperti lomba-lomba, yang telah diajukan oleh mereka, salah satunya lomba futsal yang telah menorehkan penghargaan dan meraih prestasi di kancah tingkat kabupaten, yang peserta didiknya rata-rata mempunyai potensi yang tinggi yang dapat melahirkan dan mendorong, serta meningkatkan kualitas akademis dalam meraih prestasi, yang bisa bersaing dan tidak kalah dengan sekolah negeri. Selain itu, ada juga kegiatan porseni dan untuk saat ini belum ada.
Sebelumnya ada, dan ada beberapa Lomba Cerdas Cermat (LCC) dari sekolah kami yang mewakili beberapa bidang, salah satunya LCC itu. Yang mana bisa mengalahkan sekolah negeri”,ungkapnya.
Masih menurutnya, sedangkan dari segi fisik sekolah ini sudah ada perubahan yaitu salah satunya adanya penambahan jumlah kelas, walaupun itu dari dana pribadi, dan kita masih mencari donatur juga, karena Corporate Social Responsibility (CSR) nya belum ada. Dikarenakan pengajuan untuk bantuan sekolah itu tidak mudah, akan tetapi secara prosedural, kami telah berupaya mengajukan proposal terutama kepada dinas pendidikan.
Walaupun selama ini belum ada yang nyangkut, mungkin lain kesempatan bisa ada rezekinya,” ungkapnya.
Sementara itu, masih ada bagian kelas yang masih rusak seperti atap yang bolong-bolong yang perlu adanya perbaikan. Hal ini merujuk pada pengharapan pihak sekolah terhadap pemerintah pusat terutama Dinas pendidikan untuk lebih memperhatikan sekolah swasta. “Alhamdulillah untuk mengantisipasi hal ini, kami sudah berupaya apply kemana-mana untuk mengajukan bantuan terkait perbaikan sekolah kami”. Ujarnya.
Harapan saya selaku kepala sekolah disini, saya berharap sekali, pemerintah juga lebih konsentrasi kepada sekolah swasta, dimana sekolah swasta juga butuh banyak bantuan dari segi surplusnya, juga untuk tenaga pendidik juga yang mungkin di sini karena banyak sekali efisiensi. Dan juga masalah MBG juga kadang kan masih banyak lah potongan efisiensi anggaran dari segi ini, jadi harapannya bantuan ini disorot juga, diprioritaskan juga untuk sekolah swasta, bukan hanya sekolah negeri saja. Ya, mudah-mudahan kita juga di tahun ini bisa mendapatkan bantuan seperti sekolah-sekolah lain. Mungkin di rapat musrenbang juga tidak ada untuk sekolah ini,”pungkasnya.( Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr )


