Persalinan Darurat Di Ambulans, Direktur RSUD Banyuasin Sampaikan Klarifikasi Resmi

Persalinan Darurat Di Ambulans, Direktur RSUD Banyuasin Sampaikan Klarifikasi Resmi

Beritarepublikviral.com // Banyuasin, 16 April 2026 — Peristiwa persalinan darurat di dalam ambulans yang dialami pasangan Amrun Hadi dan Yusdalena, warga Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, kini telah mendapat klarifikasi resmi dari Direktur RSUD Banyuasin melalui pihak humas.

Kejadian bermula saat Yusdalena hendak melahirkan di RSUD Banyuasin, namun harus dirujuk karena kondisi bayi sungsang yang tergolong berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan medis khusus.

Dalam proses rujukan, pasien sempat menunggu ambulans sebelum akhirnya diberangkatkan menuju rumah sakit di Palembang. Namun dalam perjalanan, tepatnya di kawasan Jembatan Layang Polsekta 8 Palembang, proses persalinan terjadi secara mendadak di dalam ambulans.

Dalam kondisi darurat tersebut, dua tenaga bidan yang mendampingi melakukan penanganan hingga bayi akhirnya lahir dengan selamat sesaat setelah azan Magrib.

Menanggapi peristiwa tersebut, Direktur RSUD Banyuasin, dr. Ari Fauta, M.Kes, melalui Humas RSUD Banyuasin menyampaikan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam setiap tindakan medis.

“Kami bersyukur bahwa Ibu Yusdalena dan bayinya dalam kondisi sehat dan selamat. Keselamatan ibu dan bayi selalu menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan dan keputusan medis yang kami ambil,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keputusan rujukan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang matang, mengingat kondisi bayi sungsang membutuhkan penanganan dokter spesialis serta kesiapan tindakan operasi.

“Pada saat itu dokter spesialis yang dibutuhkan tidak sedang bertugas onsite, sehingga rujukan dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang lebih optimal dan aman sesuai standar pelayanan medis,” lanjut pihak humas.

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa selama proses rujukan, pasien tetap mendapatkan pendampingan tenaga medis serta koordinasi dengan rumah sakit tujuan.

“Pasien didampingi oleh dua bidan terlatih selama perjalanan. Dalam kondisi darurat di perjalanan, tim pendamping memberikan penanganan cepat hingga bayi berhasil dilahirkan dengan selamat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk evaluasi, RSUD Banyuasin menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kami akan meningkatkan ketersediaan tenaga dokter spesialis serta memperkuat sistem rujukan dan komunikasi kepada pasien dan keluarga,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan, sekaligus memperkuat sistem pelayanan medis yang lebih optimal di masa mendatang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin masih dalam proses konfirmasi terkait kejadian tersebut.

Catatan: Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi di lapangan serta klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit. Seluruh pihak yang disebutkan memiliki hak jawab dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Tim Investigasi BR-V)