Kepemimpinan Awal yang Tegas : Pangdam Pattimura Redam Konflik dengan Pendekatan Humanis

Kepemimpinan Awal yang Tegas : Pangdam Pattimura Redam Konflik dengan Pendekatan Humanis

Beritarepublikviral.com Maluku Utara – Mayjen TNI Dody Triwinarto langsung terjun dan hadir ditengah dua kelompok warga yang bertikai, pasca konflik antar dua warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Senin (13/4/2026).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat TNI bersama pemerintah daerah dalam memastikan situasi keamanan sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga terdampak dan memastikan bahwa dialog positif merupakan senjata ampuh untuk meredam konflik berkelanjutan.

Hingga saat ini, kondisi di kedua Desa dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di lokasi guna menjaga stabilitas keamanan serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Dody Triwinarto bersama rombongan berdialog langsung dengan warga dari kedua belah pihak yang sebelumnya terlibat konflik. Pangdam mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, mempererat persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Pangdam juga meninjau langsung lokasi terdampak konflik di Desa Banemo dan Desa Sibenpopo untuk melihat kondisi riil di lapangan, termasuk tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Sebagai wujud kepedulian, Pangdam menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak sebagai bentuk empati dan perhatian TNI bersama pemerintah daerah.

Guna mempercepat proses pemulihan, telah dilakukan penambahan personel TNI yang difokuskan untuk membantu rehabilitasi rumah secara gotong royong bersama masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan kembali fasilitas yang rusak, sehingga warga dapat segera kembali menempati hunian mereka dengan layak.

Tercatat sebanyak 78 unit rumah, 1 unit pos kamling, serta 1 unit gereja mengalami kerusakan menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi. (Tim)

Sumber : Pendam XV/Pattimura