Beritarepublikviral.com//BUKITTINGGI, – Proyek jalan tol menuju puncak Bukittinggi kini tak lagi sekadar mimpi, ia mulai melangkah nyata menuju kenyataan. PT Hutama Karya (Persero) kini tengah menyusun naskah kesepahaman dengan alam, melalui tahapan krusial Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Proyek strategis nasional jalan tol penghubung Sicincin hingga Bukittinggi ini siap mengubah wajah geografi dan ekonomi Sumatera Barat, menjembatani jarak, dan mempersingkat waktu.
Dalam pertemuan yang penuh gairah di Padang, Jumat (10/4/2026), Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, memaparkan bahwa, timnya kini sedang bekerja keras menyusun seluruh peta jalan tol. Mulai dari studi kelayakan yang mendalam, penyusunan dokumen AMDAL yang hati-hati, hingga proses pembebasan lahan yang sedang berjalan.
“Kami tidak main-main. Studi kelayakan, AMDAL, hingga pembebasan lahan sedang kami uraikan satu per satu, menjadi langkah kokoh menuju pembangunan,” ujarnya tegas.
🌿 AMDAL: Jaminan Harmoni dengan Alam
Koentjoro menegaskan, dokumen AMDAL bukan sekadar kertas formalitas. Ia adalah janji setia bahwa pembangunan ini akan berjalan berdampingan dengan alam, bukan menindasnya. Di dalamnya tersimpan kajian mendalam tentang bagaimana proyek jalan tol ini akan berinteraksi dengan lingkungan, serta upaya maksimal untuk menjaga keseimbangan bumi tetap terjaga.
“Waktu tidak boleh lagi terbuang percuma. Percepatan adalah nafas yang kami butuhkan, agar manfaat dari jalan tol ini bisa segera memeluk masyarakat dan mengangkat perekonomian daerah. Penundaan hanya akan membebani biaya dan menahan laju kemajuan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen dan pemangku kepentingan untuk satu nada dan satu irama. Penanggung jawab harus jelas, jadwal kerja harus terukur, agar proyek raksasa ini bisa berlari kencang menuju garis finish.
⚖️ Kejati Sumbar: Bangun dengan Integritas, Hasilkan Kualitas
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, hadir memberikan penguat dan pengingat. Ia menekankan bahwa di balik kecepatan, kualitas dan kejujuran harus tetap menjadi raja.
“Pembangunan ini harus berjalan dengan prinsip yang tak tergoyahkan: Tepat Sasaran, Tepat Anggaran, Tepat Waktu, dan Tepat Kualitas. Keempat pilar ini harus berdiri tegak tanpa satu pun yang goyah,” ujar Muhibuddin.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar integritas menjadi nyala api yang menerangi setiap langkah. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kata, melainkan harga mati yang harus dijaga ketat oleh seluruh pihak yang terlibat.
Proyek jalan tol ini kini berada di ambang peluncuran. Siap menjadi urat nadi baru yang mengalirkan kemakmuran bagi tanah Minang. (Tb Mhd Arief Hendrawan)


