Beritarepublikviral.com//PADANG, – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang (yang membawahi pengelolaan pasar), Drs. Syahendri Barkah,
saat ditemui Jurnalis di kantornya Jl. Khatib Sulaiman No.67, Lolong Belanti, Kec. Padang Utara, Kota Padang, kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan langkah refitalisasi atau penataan kawasan Pasar Raya Padang sebagai pusat perdagangan utama di Kota Padang.
“Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertata, bersih, nyaman, serta mampu meningkatkan daya saing ekonomi para pedagang,”ujar Syahendri, Jum’at 10/4/2026.
Refitalisasi Pasar Raya Padang menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di Sumatera Barat. Kondisi pasar yang padat, aktivitas pedagang yang tinggi, serta kebutuhan penataan infrastruktur menjadi alasan utama perlunya pembenahan secara menyeluruh.
Sejumlah rencana yang tengah disiapkan meliputi penataan ulang lokasi pedagang, perbaikan fasilitas umum, peningkatan akses jalan, serta optimalisasi sistem drainase agar kawasan pasar tidak lagi mengalami kendala genangan air saat musim hujan.
Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang (yang membawahi pengelolaan pasar), Drs. Syahendri Barkah juga menyoroti pentingnya pengelolaan parkir agar lebih tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar pasar.
Para pedagang menyambut baik rencana refitalisasi ini, meskipun sebagian masih berharap agar proses penataan dilakukan secara bertahap dan melibatkan dialog dengan para pelaku usaha. Mereka menginginkan agar kebijakan yang diterapkan tidak merugikan aktivitas jual beli yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan.
Selanjutnya Syahendri menegaskan bahwa, refitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk menghidupkan kembali wajah pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
“Dengan adanya penataan ini, diharapkan Pasar Raya Padang dapat menjadi kawasan perdagangan yang lebih modern tanpa meninggalkan fungsi tradisionalnya sebagai pusat ekonomi rakyat,”pungkasnya.
(Tb Mhd Arief Hendrawan)


