
Depok,BeritaRepublik-Viral.Com –Siapa bilang sampah tak bernilai? Warga RT 06 RW 01, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, justru membuktikan sebaliknya. Pasca Lebaran 2026, kegiatan bank sampah di wilayah ini melonjak drastis dan menghasilkan manfaat nyata bagi warga.
Dalam kegiatan yang digelar Rabu (8/4/2026), ratusan warga antusias membawa sampah nonorganik seperti kardus, botol bekas, hingga logam dan peralatan rumah tangga yang sudah tidak terpakai.
Sejak pagi hari, aktivitas penimbangan berlangsung ramai dan penuh semangat gotong royong.
Peran ibu-ibu PKK dan kader Posyandu pun tak kalah penting. Mereka sigap menyortir, menimbang, hingga mencatat setiap setoran sampah dari warga dengan tertib.
Hasilnya mengejutkan. Dalam satu hari, terkumpul sampah setara dua mobil dengan nilai mencapai sekitar Rp1,5 juta.
Ketua RT 06, Rasmal Sikumbang, mengungkapkan bahwa lonjakan ini terjadi berkat meningkatnya kesadaran warga, terutama setelah momen Lebaran dan halal bihalal.
“Alhamdulillah, antusias warga luar biasa. Bahkan 300 warga bisa kami beri bonus door prize berupa uang tunai sebagai bentuk apresiasi,” ujarnya.
Tak hanya berdampak secara ekonomi, program ini juga berkontribusi langsung mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung serta mendukung program Pemerintah Kota Depok dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Yang lebih menarik, keberhasilan ini membuka peluang besar ke depan. RT 06 berencana membentuk Badan Usaha Milik RT (BUMT) jika pengelolaan bank sampah terus berkembang.
Bahkan, peluang kolaborasi dengan pihak swasta mulai terbuka. Salah satunya dengan Tiptop, yang direncanakan akan menyumbangkan 1 persen limbahnya untuk dikelola oleh bank sampah warga.
Program ini juga mendapat dukungan dari pihak Kelurahan Mekarjaya karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah dari tingkat lingkungan.
Kini memasuki tahun ketiga, bank sampah RT 06 RW 01 tak hanya menjadi program kebersihan, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi warga.
Sebagian hasilnya bahkan dibagikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk insentif dan tambahan kas RT, termasuk sebagai THR.
“Jangan dilihat dari nilainya, tapi ini bentuk perhatian kami untuk warga,” kata Rasmal.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi warga, Rasmal optimistis program ini bisa melangkah lebih jauh.
“Kalau ingin maju, kita harus jadi nomor satu. Bukan hanya di tingkat kelurahan atau kecamatan, tapi juga tingkat Kota Depok,” tegasnya.
Dari sampah jadi berkah, kisah RT 06 ini membuktikan, perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan kecil.
(Jurnalis : Bambang Saputro,ST)


