Beritarepublikviral.com//PADANG, ā Suasana di Hotel ZHM Premiere Grand Zurich, Jumat (10/4/2026), dipenuhi oleh aura kebersamaan dan tekad bulat. Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala SMK Negeri se-Sumatera Barat yang dihadiri oleh 110 pemimpin pendidikan ini resmi ditutup, namun api semangat untuk memajukan dunia pendidikan justru semakin menyala terang.
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Suryanto, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumbar. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Kepala Sekolah bukan sekadar pemimpin administrasi, melainkan “jantung” yang memompa kehidupan dan kemajuan bagi institusi masing-masing.
āPeran Bapak/Ibu sangatlah vital. Kalian adalah nahkoda yang mengarahkan kapal pendidikan menuju pantai kesuksesan. Karena itu, saya meminta agar inovasi terus lahir dan tumbuh subur di setiap sekolah. Jangan biarkan metode pembelajaran tertidur atau tertinggal zaman,ā ujar Suryanto tegas.
Dinas Pendidikan, lanjutnya, akan selalu menjadi punggung yang menyangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi setiap terobosan baru. Ia pun berpesan agar berbagai rekomendasi dan kesepakatan yang lahir dari meja rapat ini tidak hanya menjadi tulisan mati di atas kertas, melainkan berubah menjadi aksi nyata yang disesuaikan dengan denyut nadi dan kebutuhan masing-masing daerah.
š¤ Satu Nada, Satu Tujuan
Sementara itu, Ketua MKKS SMK yang baru terpilih, RDS Deta Mahendra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Baginya, pertemuan ini adalah bukti bahwa dunia pendidikan SMK di Sumbar memiliki tulang punggung yang kuat dan saling menguatkan.
āTerima kasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada Bapak Sekda Arry Yuswandi, Bapak Kadis Pendidikan Habibul Fuadi, serta Bapak Suryanto dan seluruh narasumber. Tangan-tangan kalian telah merajut benang-benang kesuksesan hingga acara ini berjalan begitu indah dan bermakna,ā ucap Deta penuh penghormatan.
š¤ Tali Persaudaraan Makin Erat
Di penghujung acara, suasana berubah menjadi lebih hangat dan akrab. Tembok pemisah antar daerah runtuh digantikan oleh jabat tangan dan senyum persaudaraan. Sesi perkenalan diri dari berbagai kabupaten dan kota bukan hanya sekadar menyebut nama, melainkan memperkenalkan diri sebagai satu keluarga besar yang siap saling bahu-membahu membawa nama harum Sumatera Barat di kancah pendidikan nasional.
Rakor ini telah usai, namun perjalanan panjang menuju pendidikan yang unggul baru saja dimulai dengan langkah yang lebih pasti. (Tb Mhd Arief Hendrawan)


