Beritarepublikviral.com//Aceh Singkil — Sidang paripurna lanjutan
pembahasan Rancangan APBK Aceh Singkil Tahun 2026 resmi diskor. Keputusan ini diambil setelah terjadi perbedaan pendapat yang tajam di tingkat komisi mengenai rasionalisasi pendapatan dan alokasi anggaran belanja pada beberapa Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amalium, pada Rabu (8/4/2026)sore tersebut terpaksa dihentikan.
Dalam pembacaan pandangan Fraksi situasi terlihat mulai panas akibat perbedaan pendapat, Alih-alih menghasilkan keputusan, rapat justru diskors.
Fraksi Sahabat secara tegas menyatakan penolakan terhadap R-APBK 2026. Ketua Fraksi Sahabat, Taufik, A.Md., mengungkap sejumlah alasan krusial, mulai dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai terlalu dipaksakan, hingga rencana pembelian mobil dinas bupati di tengah tuntutan efisiensi anggaran.
Tak hanya itu, polemik juga mencuat terkait rencana pembelian tanah untuk Sekolah Rakyat serta pemanfaatan dana pengembalian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang dinilai belum transparan.
Menanggapi kisruh tersebut, Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, memilih mengambil langkah aman dengan menskors sidang. Ia menyebut keputusan diambil karena komposisi pandangan fraksi tidak bulat—dua fraksi menolak dan satu menerima.
“Pandangan fraksi sudah kita terima. Karena belum ada kesepahaman, rapat kita skor. Selanjutnya akan kita konsultasikan ke Provinsi Aceh,” ungkapnya.
Langkah skorsing ini sontak memicu kekecewaan berbagai pihak yang hadir, mulai dari unsur Forkopimda, jajaran SKPK, para camat, hingga kepala desa dan masyarakat yang berharap pengesahan anggaran berjalan lancar.
Keterlambatan pengesahan APBK dinilai berpotensi menghambat roda pemerintahan. Tanpa payung anggaran yang sah, program kerja SKPK terancam mandek,serta berdampak juga terhadap pelayanan publik.
Ditulis oleh : Joni


