Beritarepublikviral.com // Selatpanjang, 8 April 2026 — Jemaah calon haji tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mengikuti kegiatan manasik haji sebagai bagian dari persiapan akhir menuju Tanah Suci. Kegiatan tersebut diikuti oleh 110 orang jemaah dan berlangsung pada 07 hingga 09 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Kakanwil Kemenag Riau, Kakan Kemenag Kepulauan Meranti, Ketua MUI, Dinas Kesehatan, Pengurus IPHI, serta Ketua LAKAM DPD Pessel, dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes.
dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes memberikan materi khusus terkait manasik kesehatan haji yang menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan ibadah haji.
“Secara umum manasik haji terbagi menjadi dua, yaitu manasik ibadah haji dan manasik kesehatan haji,” ujar dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes.
Ia menjelaskan bahwa dalam fiqih haji, kemampuan (isthitho’ah) menjadi syarat utama, yang meliputi kemampuan fisik, mental, ilmu, serta biaya.
“Mampu fisik, mampu jiwa, mampu ilmu, dan mampu biaya menjadi syarat utama dalam menunaikan ibadah haji,” jelas dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, jemaah juga wajib memahami risiko penyakit yang mungkin dihadapi di Arab Saudi serta cara pencegahannya. Perbedaan iklim yang ekstrem menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi.
Pada bulan Mei hingga Juni 2026, Arab Saudi memasuki musim panas dengan suhu mencapai 42 hingga 50 derajat Celsius. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi, heat stroke, kaki melepuh, bibir pecah, hingga kelelahan ekstrem.
Sementara itu, pada malam hari suhu dapat turun hingga sekitar 8 derajat Celsius yang berpotensi menyebabkan hipotermia atau frostbite, sehingga jemaah diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai.
“Koordinasi antara ketua regu, ketua rombongan, tenaga medis, dan kloter sangat penting dalam menjaga kesehatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji,” tambah dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes.
Materi manasik kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan jemaah dalam menghadapi kondisi ekstrem di Tanah Suci serta menjaga kelancaran ibadah haji.


