πŸŒ… SENJA PENGABDIAN TAK YANG PERNAH PADAM

πŸŒ… SENJA PENGABDIAN TAK YANG PERNAH PADAM

Beritarepublikviral.com//PADANG, – Mempublikasikan suara hati dan pikiran Teuku Husaini, pensiunan PU Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dalam bentuk Puisi Esai…

I. Jejak yang Abadi

Sungai mengalir bercerita tentang perjalanan panjang,
berhenti sejenak di bawah naungan cemara yang gagah berdiri.
Waktu seolah ikut berlari, membawa puluhan tahun berlalu,
namun jejak pengabdian itu tak pernah terhapus, tak pernah mati.

Meski kini masa tugas telah usai dan giliran berganti,
namun mutiara jasa itu tetap bersinar, abadi dan takkan pernah layu.
Karena kebaikan yang ditanam, takkan pernah hilang ditelan bumi,
ia akan terus dikenang, menjadi cahaya yang tak pernah redup di hati.

II. Wangi yang Menembus Jiwa

Pagi menyapa dengan senyum embun yang segar,
saat melati membagi wangi hingga ke relung kalbu terdalam.
Di tempat ini, di mana air diatur dan sungai dijaga,
PSDA menjadi rumah bagi hati yang penuh setia dan kesetiaan.

Dedikasi bukan sekadar kata yang tertulis di atas kertas,
ia mengalir deras bagai arus yang tak kenal lelah.
Membasahi bumi, menyehatkan tanah, dan berbakti untuk nusa,
membuktikan bahwa bekerja adalah ibadah yang paling nyata.

III. Semangat yang Tak Tua

Burung-burung kembali ke sarang dengan tenang dan damai,
berteduh sejenak di dahan yang kokoh, tua, namun tetap kuat.
Waktu mungkin telah melukis garis-garis di wajah,
dan usia tak lagi muda memanggil langkah untuk beristirahat.

Namun lihatlah, semangat itu tak pernah menua,
ia tetap menyala terang, bagaikan obor yang tak ingin padam.
Pengabdian bukan soal berapa lama kita berdiri,
tapi seberapa besar cinta yang kita berikan sepanjang masa.

IV. Kenangan yang Terukir

Bila mengenang masa, ibarat membawa cangkul ke ladang,
menanam harap dan menuai cerita di tepian sungai yang tenang.
Apa yang telah dilakukan, takkan pernah hilang ditelan zaman,
kenangan indah itu terukir kuat, menjadi prasasti di palung hati.

Ia menjadi saksi bisu bahwa kita pernah hadir,
berkarya, dan memberi yang terbaik sepenuh jiwa dan raga.
Setiap tetes keringat adalah berlian,
setiap langkah kerja adalah puisi yang abadi.

V. Ikatan yang Tak Lekang

Kelopak bunga Tanjung rindu melepaskan diri perlahan,
ikut berlayar bersama arus menuju muara yang luas terbentang.
Begitu pula persahabatan yang terjalin di sini,
anyaman emas yang takkan pernah rapuh dimakan usia.

Ia takkan pernah pudar oleh hujan atau panas,
takkan pernah usang oleh bergantinya tahun dan masa.
Ia akan tetap harum, tetap hangat, dan tetap hidup,
menjadi kenangan manis yang akan selalu dirindukan selamanya.

VI. Babak Baru yang Indah

Langit kini melukis senja dengan warna jingga yang memukau,
angin pun berbisik lembut membelai wajah dengan penuh sayang.
Pensiun bukanlah titik akhir dari sebuah perjalanan,
bukan pula pintu tertutup yang mengunci semua harapan.

Tidak… ini hanyalah pergantian halaman dalam buku kehidupan,
awal dari babak baru yang jauh lebih tenang dan indah.
Kini saatnya menikmati hasil yang telah ditanam,
menikmati bahagia yang bebas, tanpa beban, dan penuh damai.

VII. Terima Kasih, Pahlawan Air

Lihatlah air yang terus berjalan menuju hilir,
tak pernah mengeluh, tak pernah merasa lelah atau lemas.
Begitu pula dirimu, wahai penjaga sumber daya alam,
terima kasih telah menorehkan sejarah yang nyata dan mulia.

Wahai putra-putri PSDA yang luar biasa,
jasa kalian akan terus hidup, mengalir, dan abadi.
Seperti air yang memberi kehidupan,
kalian pun telah memberi arti bagi negeri ini, selamanya.

Semoga damai dan bahagia selalu menyertai langkahmu. 🀍
(Reporter : Tb Mhd Arief Hendrawan)