Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan
Jakarta — Situasi arus balik penumpang di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, terpantau lengang. Namun sejumlah pemudik nampak masih tiba di terminal Kalideres, pada Selasa (31/3/2026) siang.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, memaparkan saat arus mudik dan arus balik pengaturan arus lalulintas dilakukan berkala, tetapi berlangsung sepanjang waktu dengan fokus utama mengurai potensi kemacetan.
“Pengaturan kami lakukan setiap saat, konsentrasi sejak awal adalah mengantisipasi kemacetan,” katanya.
Menurut Nur, strategi utama yang diterapkan adalah menjaga jalur tetap terbuka agar kendaraan dapat keluar-masuk secara bergantian. Petugas di lapangan memastikan tidak ada kendaraan yang menghalangi akses utama terminal.
Selain itu, bekerjasama dengan busway juga diberlakukan sistem penahanan kendaraan di kawasan Monas. Kendaraan akan ditahan sementara saat kondisi terminal padat, kemudian dilepas kembali ketika situasi mulai lenggang.
“Kalau di terminal sudah ramai, kendaraan ditahan lebih dulu di titik awal (Monas). Setelah kondisi longgar, baru dilepas agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.
Komunikasi antar petugas dilakukan secara intensif melalui grup komunikasi yang menghubungkan beberapa titik rawan kemacetan. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time sekaligus pengaturan interval kedatangan kendaraan.
“Interval biasanya 10 menit. Jika kondisi padat, bisa diperpanjang menjadi 15 menit agar kendaraan tidak menumpuk di terminal,” ucapnya.
Dengan pola pengaturan tersebut, pelayanan kepada penumpang tetap berjalan lancar. Meski sempat terjadi kepadatan akibat lampu lalu lintas dan volume kendaraan, namun dipastikan arus kendaraan relatif lancar.
Di sisi lain, jumlah pemudik pada 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan, jumlah penumpang yang tiba di Terminal Kalideres pada 2025 mencapai 29.547 orang, sedangkan pada 2026 hanya 17.968 orang atau turun sekitar 64,4 persen.
Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang yang diberangkatkan. Pada 2025, tercatat sebanyak 32.525 orang berangkat dari Terminal Kalideres, sementara pada 2026 jumlahnya menjadi 24.231 orang atau turun sekitar 34,2 persen.
Dari sisi armada, Nur memastikan kesiapan bus tetap terjaga. Operator disiagakan dan penambahan kendaraan dilakukan menyesuaikan kebutuhan penumpang.
“Jika ada permintaan, beberapa bus bisa langsung diberangkatkan. Setelah itu kembali ke pool. Armada kami siapkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selama arus mudik dan arus balik pengelola terminal juga menyiagakan fasilitas tambahan, seperti posko kesehatan dan pemeriksaan kondisi sopir bus saat akan berkendara.
“Para sopir dilakukan tes kesehatan dan tes urine untuk memastikan perjalanan aman,” tutupnya.
Dengan pengaturan lalu lintas yang terstruktur, koordinasi intensif, serta dukungan fasilitas kesehatan untuk penumpang dan sopir, pengelola terminal Kalideres berhasil menjaga kelancaran dan keselamatan, meski jumlah pemudik tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.


