64 Tahun KOPASKA: “Tan Hana Wighna Tan Sirna”, Sang Penjaga Tak Terlihat di Kedalaman Samudra

64 Tahun KOPASKA: “Tan Hana Wighna Tan Sirna”, Sang Penjaga Tak Terlihat di Kedalaman Samudra

Beritarepublikviral.com//JAKARTA, – Hari ini, 31 Maret 2026, Komando Pasukan Katak (KOPASKA) TNI Angkatan Laut genap berusia 64 tahun.

Mengusung semboyan legendaris “Tan Hana Wighna Tan Sirna” (Tak Ada Rintangan yang Tak Dapat Diatasi), pasukan elit ini merayakan perjalanan panjang nan heroik sejak pertama kali didirikan oleh Presiden Soekarno pada 31 Maret 1962.

Cikal Bakal: Perintah Sang Proklamator

KOPASKA lahir dari kebutuhan mendesak Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat. Atas instruksi Presiden Soekarno, pasukan ini dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas intelijen tempur dan sabotase bawah air. Sejak saat itu, KOPASKA telah bertransformasi dari unit kecil menjadi detasemen elit kelas dunia yang disegani.

Rekam Jejak Penugasan: Dari Trikora hingga Perdamaian Dunia

Selama lebih dari enam dekade, KOPASKA telah hadir dalam setiap momen krusial pertahanan Indonesia:

• Operasi Trikora & Dwikora: Melakukan infiltrasi dan sabotase aset musuh.

• Operasi Seroja: Peran vital dalam pengamanan pantai dan intelijen di Timor Timur.

• Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus: Penumpasan perompak di perairan Somalia yang melambungkan nama KOPASKA di kancah internasional.

• Search and Rescue (SAR): Menjadi garda terdepan dalam pencarian korban kecelakaan laut dan udara, seperti evakuasi Lion Air JT-610 dan Sriwijaya Air SJ-182.

• Misi Perdamaian PBB: Mengirimkan personel terbaik dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) di Lebanon.

Tokoh-Tokoh Dibalik Kekuatan “Manusia Katak”

Keberhasilan KOPASKA tidak lepas dari kepemimpinan para komandannya yang visioner. Beberapa tokoh penting yang mencatatkan tinta emas dalam sejarah KOPASKA antara lain:

>1. Laksdya TNI (Purn) Moekhlas Sidik: Salah satu tokoh senior yang berperan besar dalam memperkuat doktrin pasukan katak.

>2. Laksma TNI (Purn) Harry Yuwono: Sosok yang dikenal memperkuat identitas dan spesialisasi bawah air KOPASKA.

>3. Laksma TNI (Purn) Edi Suwito: Berjasa dalam modernisasi alutsista khusus dan taktik infiltrasi.

>4. Laksma TNI Baroyo Eko Basuki: Memimpin di era tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks dan digital.

KOPASKA Hari Ini: 2026 dan Masa Depan

Memasuki tahun 2026, KOPASKA kini telah memiliki struktur yang lebih solid dengan pembagian Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) serta tiga Satuan (Satkopaska) di Koarmada I, II, dan III.

Prajurit KOPASKA saat ini dibekali dengan teknologi tempur terbaru, mulai dari kendaraan bawah air tanpa awak (UUV) hingga sistem komunikasi satelit terintegrasi. Namun, inti dari kekuatan mereka tetaplah sama: Mental baja, fisik luar biasa, dan kesetiaan mutlak kepada NKRI.

“KOPASKA bukan sekadar pasukan yang menyelam, mereka adalah perwujudan dari ketenangan yang mematikan bagi lawan dan ketenangan yang menyejukkan bagi Ibu Pertiwi.”

Dirgahayu KOPASKA ke-64!
Tan Hana Wighna Tan Sirna!

Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dan teknologi terbaru yang memperkuat KOPASKA hingga tahun 2026. Modernisasi ini difokuskan pada keunggulan di bawah air (underwater superiority) dan efektivitas serangan senyap.

>1. Senjata Serbu dan Khusus (Small Arms)
KOPASKA menggunakan kombinasi senjata standar pasukan khusus dunia dan produk industri pertahanan dalam negeri (PT Pindad) yang telah dimodernisasi:

• SS3-M1 (Pindad): Varian terbaru senapan serbu dengan kaliber 7.62 mm yang menawarkan daya hancur lebih besar dan akurasi tinggi untuk pertempuran jarak menengah.

• HK416 & SIG Sauer MCX: Menjadi standar untuk operasi Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) karena ketahanannya terhadap korosi air laut.

• APS Underwater Rifle: Senjata khusus yang mampu menembakkan baut baja di bawah air, tetap menjadi andalan untuk pertempuran antar penyelam.

• Senjata Sniper: Penggunaan AXMC (.338 Lapua Magnum) untuk eliminasi target jarak jauh dengan presisi ekstrem.

>2. Teknologi Bawah Air (Underwater Technology)

Ini adalah sektor dengan perkembangan paling signifikan di tahun 2026:

• Autonomous Underwater Vehicle (AUV): KOPASKA kini mengoperasikan drone bawah air mandiri untuk pemetaan ranjau dan pengintaian pantai tanpa terdeteksi sonar musuh.

• Remotely Operated Vehicle (ROV): Robot bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menjinakkan bahan peledak di kedalaman ekstrem.

• Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA): Kendaraan pendorong penyelam (DPV) generasi terbaru yang lebih senyap, memungkinkan tim kecil menyusup ke pelabuhan musuh dari jarak belasan mil laut.

>3. Wahana Angkut dan Infiltrasi

• Sea Rider & Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB): Boat berkecapatan tinggi (di atas 45 knot) yang dilengkapi dengan sistem navigasi malam hari dan thermal imaging.

• Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M: Kapal pendukung operasional yang dirancang untuk meluncurkan tim KOPASKA secara cepat di wilayah sengketa.

• KRI Canopus-936: Kapal bantu hidro-oseanografi terbaru yang berfungsi sebagai “kapal induk” bagi drone bawah laut dan tim survei KOPASKA.

>4. Sistem Surveillance dan Intelijen 2026

• Drone Lidar & UAV: Penggunaan drone udara yang dilengkapi sensor Lidar untuk memetakan topografi pantai secara real-time sebelum pendaratan amfibi dilakukan.

• Integrated Tactical Communications: Sistem komunikasi satelit terenkripsi yang memungkinkan personel di lapangan terhubung langsung dengan pusat komando (Puskopaska) di Jakarta.

Catatan Hasil Investigasi Penulis: Sebagian besar detail spesifik mengenai jumlah dan spesifikasi teknis mendalam dari alutsista ini bersifat Rahasia Negara untuk menjaga keunggulan taktis di lapangan.

STRUKTUR ORGANISASI PUSKOPASKA 2026

PUSKOPASKA (Pusat Komando Pasukan Katak) adalah Balakpus (Badan Pelaksana Pusat) Mabesal yang berkedudukan langsung di bawah KASAL (Kepala Staf Angkatan Laut).

I. LEVEL KOMANDO (STRATEGIS)

• Komandan Puskopaska (Danpuskopaska): Perwira Tinggi Bintang Satu (Laksamana Pertama TNI). Bertanggung jawab atas pembinaan kekuatan, doktrin, dan kesiapan tempur seluruh prajurit “Manusia Katak”.

• Wakil Komandan Puskopaska (Wadanpuskopaska): Kolonel Laut (P). Mengoordinasikan staf administrasi dan operasional harian.

II. STAF PUSKOPASKA (PERENCANAAN)

• Staf Perencanaan & Anggaran (Srena): Modernisasi alutsista 2026.

• Staf Intelijen (Sintel): Pengolahan data intelijen maritim dan bawah air.

• Staf Operasi (Sops): Perencanaan misi infiltrasi dan sabotase.

• Staf Personel (Spers): Rekrutmen ketat (Hellweek) dan kesejahteraan prajurit.

• Staf Logistik (Slog): Maintenance wahana bawah air dan persenjataan khusus.

III. SATUAN PELAKSANA (OPERASIONAL)

Puskopaska membawahi tiga satuan wilayah (Satkopaska) yang tersebar di seluruh Indonesia:

>1. SATKOPASKA KOARMADA I (Jakarta/Barat)

•Fokus: Keamanan Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan perairan Barat Indonesia.

• Keunggulan: Operasi Counter-Terrorism maritim dan pengamanan VVIP Ibu Kota.

>2. SATKOPASKA KOARMADA II (Surabaya/Tengah)

• Fokus: Wilayah Tengah Indonesia dan perbatasan ALKI II.

• Pusat Latihan: Menjadi pusat pendidikan spesialisasi bawah air tingkat lanjut.

3. SATKOPASKA KOARMADA III (Sorong/Timur)

• Fokus: Pengamanan wilayah Timur Indonesia, Papua, dan perairan Pasifik.

• Unit Reaksi Cepat: Fokus pada infiltrasi hutan bakau dan pantai terpencil.

IV. UNIT KHUSUS & PENDIDIKAN

• Detasemen Sabotase & Kontra Sabotase: Unit elit di dalam elit yang fokus pada penghancuran aset strategis musuh di pelabuhan.

• Sekolah Pasukan Katak (Sepaska): Berada di bawah Kodiklatal, namun secara doktrin dibina oleh Puskopaska untuk mencetak prajurit baru yang tangguh.

Penutup, VISI 2026:
Di tahun 2026, struktur ini didukung oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Digital yang mampu memantau posisi tiap operator KOPASKA di seluruh Indonesia secara real-time melalui satelit.
(Reporter : Tb Mhd Arief Hendrawan)