Beritarepublikviral.com // Aceh Singkil, 27 Maret 2026 — Pertamina Patra Niaga melalui PT. Risqi Bersaudara terus memperluas jangkauan program BBM Satu Harga dengan menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah 3T (Tertinggal, Terpencil, Terluar), tepatnya di Desa Biskang, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil.
Peresmian SPBU tersebut berlangsung pada Jumat (27/03/2026) dan dihadiri oleh Bupati Aceh Singkil, Wakil Bupati, DPRK Aceh Singkil, Kapolres, Dandim 0109, Camat Danau Paris, MPU Aceh Singkil, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga Provinsi Aceh dan masyarakat setempat.
Program BBM Satu Harga ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendekatkan masyarakat terhadap akses energi yang selama ini menjadi kebutuhan dasar sehari-hari. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah 3T.
Direktur Utama PT. Risqi Bersaudara, Hidayat Riadi, S.H menyampaikan bahwa kehadiran SPBU di wilayah tersebut menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat.
“SPBU 3T adalah simbol harapan baru dalam menggerakkan roda ekonomi dengan mendekatkan masyarakat pada infrastruktur BBM yang merupakan kebutuhan sehari-hari. Kalau dulu masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM, kini sudah tersedia di sekitar mereka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan agar penyaluran BBM tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Lesdin Tumangger menyampaikan apresiasi atas kehadiran fasilitas tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT. Risqi Bersaudara dan pemerintah yang telah mempermudah akses masyarakat terhadap BBM satu harga. Kami juga berharap ke depan akses layanan perbankan seperti Bank Aceh atau Bank Syariah Indonesia dapat hadir di wilayah ini,” tuturnya.
Peresmian SPBU ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Aceh Singkil yang disambut antusias oleh masyarakat.
Dengan hadirnya SPBU ini, masyarakat kini dapat menikmati BBM dengan harga yang lebih terjangkau, yakni solar bersubsidi Rp6.800 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter. Sebelumnya, masyarakat harus membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi hingga Rp13.000 per liter.
Penurunan harga ini diharapkan mampu menekan biaya operasional masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi kegiatan peresmian dan keterangan dari pihak terkait. Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak lain untuk memberikan tanggapan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi.
(Joni Tim BR-V)


