Beritarepublikviral.com Teheran 28/3/26 – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, menyusul laporan penguatan militer besar-besaran di Pulau Kharg—pusat vital ekspor minyak Iran.
Mengutip laporan dari CNN, Iran disebut telah menempatkan ranjau anti-personel dan anti-tank, serta memperkuat sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) di sepanjang garis pantai pulau tersebut.
Langkah ini diyakini sebagai respons atas potensi operasi amfibi yang tengah dipersiapkan oleh militer AS untuk merebut kendali pulau strategis itu.
Pulau Kharg sendiri merupakan tulang punggung sektor energi Iran. Jika berhasil dikuasai, langkah tersebut dapat melumpuhkan ekspor minyak Iran secara signifikan.
Namun, sejumlah pejabat militer memperingatkan bahwa operasi darat di wilayah ini berisiko tinggi.
Laksamana purnawirawan James Stavridis menyatakan bahwa Iran akan menggunakan segala cara untuk memberikan kerugian besar bagi pasukan AS, terutama saat pendaratan di wilayah kedaulatan mereka.
Di sisi lain, negara-negara Teluk mendesak Washington untuk tidak melakukan invasi darat, mengingat potensi eskalasi konflik yang lebih luas serta ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa setiap upaya pendudukan wilayah Iran akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata mereka.
Sebagai respons, Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan unit pengintai dari Korps Marinir serta pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah.
Di tengah situasi ini, Presiden Donald Trump mengkritik NATO karena dinilai tidak memberikan dukungan signifikan dalam menghadapi Iran.
Konflik yang telah berlangsung selama hampir satu bulan ini menunjukkan tanda-tanda eskalasi yang semakin serius, dengan risiko meluas menjadi konflik regional besar. (Tim)
Sumber
CNN
Tribunnews


