Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan
Lampung – Lonjakan arus balik penyeberangan menuju Pulau Jawa diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, dalam press conference di Terminal Eksekutif Bakauheni, Kamis sore (26/3/2026).
Heru menjelaskan, gelombang peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terjadi pada malam hari ini, serta kembali meningkat pada tanggal 28 dan 29 Maret. Hingga pukul 14.00 WIB, masih sekitar 51 persen pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa.
“Karena memang masih akan terjadi beberapa gelombang lonjakan penumpang, kemungkinan malam ini, kemudian tanggal 28 dan 29. Masih ada sekitar 51 persen yang belum kembali ke Pulau Jawa, ini harus kita persiapkan dengan matang,” ujar Heru.
Berdasarkan data reservasi, jumlah kendaraan yang sudah melakukan check-in, boarding, dan menyeberang hingga pukul 14.00 WIB tercatat sebanyak 118.297 unit. Namun, masih banyak pengguna jasa yang telah melakukan reservasi tetapi belum masuk pelabuhan maupun melakukan check-in.
Menurut Heru, kendaraan yang belum melakukan boarding diperkirakan akan berdatangan pada malam hari. “Artinya nanti malam masih ada yang belum check-in atau boarding, itu akan tetap masuk ke pelabuhan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP memastikan sistem pengaturan penyeberangan diberlakukan selama 24 jam. Petugas ditempatkan secara bergantian dalam dua shift, dari pagi hingga malam dan dilanjutkan hingga pagi hari berikutnya. Selain itu, tiket penyeberangan tetap berlaku hingga 24 jam.
“Kalau misalnya ada keterlambatan dua sampai tiga jam dari jadwal boarding pass, masih bisa kita layani dan diberangkatkan. Batasnya 24 jam,” kata Heru.
ASDP juga memperkirakan pergerakan kendaraan rata-rata mencapai 18 ribu unit per hari. Namun, pada saat lonjakan tinggi, jumlahnya dapat meningkat hingga 32 ribu kendaraan. Hingga siang hari, kendaraan yang tercatat baru sekitar 10 ribuan, sehingga potensi peningkatan pada malam hari masih cukup besar.
Terkait kemacetan di jalur menuju pelabuhan, ASDP menyatakan siap menyiapkan armada tambahan apabila ada permintaan dari regulator. Namun pengaturan antrean di darat menjadi kewenangan stakeholder terkait.
Heru juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia menilai keinginan untuk menyeberang lebih cepat sering memicu desak-desakan yang justru memperlambat proses.
“Kami berharap masyarakat tetap mengikuti arahan petugas supaya perjalanan nyaman dan aman sampai tujuan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kendaraan roda dua, ASDP belum memiliki rencana pengalihan lokasi. Pola penanganan masih mengacu pada skema tahun-tahun sebelumnya dengan titik keberangkatan yang tetap.
ASDP memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara real time guna mengantisipasi lonjakan arus balik dalam beberapa hari ke depan.


