Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan
Lampung — Arus balik Lebaran pada H+3 di Pelabuhan Bakauheni masih berlangsung. Jumlah pemudik yang kembali ke Pulau Jawa tercatat masih di bawah 50 persen, sehingga lonjakan pergerakan diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, dalam konferensi pers Rabu sore (25/3/2026) di Pelabuhan Bakauheni menyampaikan bahwa secara umum arus balik mulai meningkat, namun belum mencapai puncaknya.
“Hingga pukul 13.00 WIB, jumlah penumpang yang kembali ke Pulau Jawa tercatat sebanyak 22.817 orang atau naik 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, kendaraan yang menyeberang menuju Pulau Jawa juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama tercatat 853.914 kendaraan atau naik 27,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan arus balik mulai bergerak, meski belum terjadi lonjakan signifikan.
Secara akumulasi dari H-9 hingga H+3, jumlah penumpang yang tercatat mencapai 156.546 orang dengan total kendaraan sekitar 118 ribu unit. Namun, angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah pemudik yang sebelumnya menyeberang ke Sumatera.
Hingga pukul 14.00 WIB pada H+3, jumlah penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa mencapai 327.646 orang atau sekitar 37 persen dari total pemudik. Artinya, sekitar 75 persen pemudik masih berada di Sumatera. Sementara kendaraan yang telah kembali tercatat 89.389 unit atau sekitar 30 persen, sehingga masih ada sekitar 66 persen kendaraan yang belum kembali.
Heru menegaskan pihaknya terus bersiaga menghadapi potensi lonjakan arus balik gelombang kedua. Puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret.
Koordinasi juga terus dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran arus balik. Posko terpadu akan tetap beroperasi hingga H+10 guna mengantisipasi kepadatan di pelabuhan.
Selain itu, pengaturan distribusi kapal dan pola sandar akan disesuaikan oleh regulator untuk mengurai antrean jika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan. Petugas lapangan juga disiagakan penuh untuk memantau perkembangan arus secara berkala.
ASDP mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dan tidak menumpuk pada satu hari tertentu.
Diperkirakan arus balik akan terbagi dalam beberapa gelombang, yakni pada 26–27 Maret serta puncaknya pada 28–29 Maret.
Informasi terbaru terkait perkembangan arus balik akan terus diperbarui, termasuk data pergerakan sore hingga malam hari serta persentase pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa.


