Beritarepublikviral.com Medan – Sekertaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya dikabarkan merespon penderitaan warga kota Medan- Sumatera Utara terkait korban pencurian yang disuruh nangkap pelaku menjadi tersangka di Polrestabes Medan saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Medan pada 20 Maret 2026 yang lalu.
Dalam berita yang sudah beredar dikatakan bahwa, kasus korban pencurian yang dijadikan tersangka karena nangkap maling sudah sampai kepada Sekertaris Kabinet Merah Putih (Seskab) Bapak Letkol Teddy Indra Wijaya atau yang kerap dikenal dengan Letkol Teddy.
Informasi tersebut pun diunggah dan viral di link https://vm.tiktok.com/ZS9RuJyGqypk1-sywoi/Tiktok @PENDUKUNG PRABOWO SUBIANTO. Pada Sabtu 21 Maret 2026. Dimana dalam unggahan akun tiktok tersebut dijelaskan “Terimakasih Pak Tedy Semalam di Medan Mendengarkan Derita Warga/ Masyarakat Soal Kasus Korban Pencurian Yang Disuruh Polisi Tangkap Maling Jadi Tersangka.
“Pak Tedy Berjanji Akan Menyampaikan Kepada Presiden Hal Tersebut,” tulis akun tersebut. Postingan di akun tiktok tersebut sudah viral dan di lihat oleh ratusan pengunjung. Namun hingga kini kami belum dapatkan memastikan atau mengkonfirmasi terkait dengan kebenaran informasi tersebut.
Menanggapi kabar tersebut, keluarga korban pencurian yang dijadikan tersangka mengucapkan terimakasih kepada Bapak Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dan kepada warga yang menyampaikan hal tersebut.
“Terimakasih Pak Seskab Teddy sudah menanggapi kasus korban pencurian yang dijadikan tersangka dan akan menyampaikannya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami juga sangat berterima kasih kepada warga yang menyampaikan langsung hal tersebut kepada Pak Seskab. Sebenarnya pada saat kunjungan Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu, kami sebenarnya ingin menyampaikan langsung kepada Pak Presiden dan Pak Kapolri, namun kami tau kabar nya setelah Jam 10 Malam, kami sempat berkeliling medan mencari keberadaan Pak Prabowo dan Pak Kapolri namun kami dapat informasi rombongan sudah berada di Hotel,” ujarnya
Keluarga korban yang dijadikan tersangka hanya karena disuruh Polisi nangkap maling juga mengatakan bahwa mereka sudah pernah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo dan Seskab sekitar satu bulan yang lalu. Namun belum juga ada balasan.
“Mungkin ini lah jawaban dari surat kami itu, kami selama ini juga berdoa agar Bapak Prabowo juga menanggapi kejadian yang menyedihkan bagi kami ini, brangkas di usaha keluarga kami di curi oleh dua orang teknisi yang kami pekerjakan, kami melaporkan kejadian itu ke Polsek Pancur Batu, namun malahan kami yang disuruhnya menangkap sendiri maling itu,” sedihnya 22 Maret 2026.
Keluarga korban yang dijadikan tersangka di Polrestabes Medan juga membantah adanya isu bahwa korban melakukan penganiayaan dan penyetruman saat disuruh menangkap dua orang pelaku pencurian di hotel Kristal Medan.
“tidak ada itu pak, tidak ada dikeroyok dan penyetruman, kalau empat orang mengeroyok dia dan menyetrum dia dikamar hotel itu pasti dia sudah pingsan dan tidak bisa bergerak lagi, ini nyatanya dia sadar dan sempat juga di introgasi oleh Polisi yang menyuruh kami menangkap maling. Bahkan sempat juga dibawa kerumah terduga penadah di Pancing, setelah itu kami juga memberikan makan dan minum kepada kedua maling itu dan sebelum dimasukan kedalam sel kami foto dia tidak ada memar bahkan tanda tanda kesakitan, “ujarnya
Bahkan menurut keluarga, pihak hotel dan karyawan juga sudah memberikan penjelasan bahwa tidak ada terjadi pengeroyokan dan penyetruman sewaktu proses penangkapan.
“Sudah kami tanya kata mereka tidak ada pengeroyokan, lagian sewaktu proses penangkapan ada polisi di hotel dan memang kami juga tertipu karena teman penyidik yang ikut bersama kami awalnya kami kirain dia anggota polisi ternyata bukan. Kami juga heran kenapa penyidik tidak membawa polisi asli pada saat proses penangkapan, Malahan belakangan orang yang dibawa oleh penyidik itu bersama karyawan yang kami suruh mengajak pelaku bertemu yang dijadikan sebagai saksi di kantor polisi untuk melengkapi laporan orang tua maling itu ke Polrestabes Medan,” pungkasnya. (Tim)

