ASDP Gandeng Media, Informasi Arus Mudik Lebaran Disiapkan Lebih Cepat dan Transparan

ASDP Gandeng Media, Informasi Arus Mudik Lebaran Disiapkan Lebih Cepat dan Transparan

Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan

Cilegon – Menjelang arus mudik Lebaran yang mulai meningkat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kolaborasi dengan media melalui kegiatan media gathering yang digelar di Mice 2 Sosoro Mall, Terminal Eksekutif Merak, Selasa sore (17/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan informasi mengenai kondisi arus mudik dapat tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan transparan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan bahwa peran media sangat penting dalam menyampaikan kondisi terkini di pelabuhan maupun lintasan penyeberangan kepada publik, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Menurutnya, kegiatan media gathering ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai ruang komunikasi antara operator penyeberangan dan insan pers.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan posko angkutan Lebaran. Sebelumnya kami juga telah mengadakan media gathering di kantor pusat. Tujuannya memastikan kolaborasi antara kami sebagai operator penyeberangan dengan rekan-rekan media agar informasi kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat,” ujar Heru.

Ia menegaskan, sinergi dengan media sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang benar mengenai kondisi arus mudik di lapangan. Kecepatan penyampaian informasi dinilai menjadi kunci untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami berharap tidak ada kesalahpahaman apabila terjadi dinamika di lapangan. Karena itu kecepatan dan akurasi informasi menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga memaparkan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan ASDP untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan dilakukan melalui penguatan operasional di 15 lintasan penyeberangan nasional serta optimalisasi layanan di empat pelabuhan utama yang menjadi titik krusial arus mudik.

ASDP juga terus memantau perkembangan pergerakan penumpang dan kendaraan sejak Posko Angkutan Lebaran dibuka hingga beberapa hari terakhir.

“Semua gambaran kondisi maupun realisasi pergerakan penumpang dan kendaraan sudah kami sampaikan, mulai sejak posko angkutan Lebaran dibuka hingga perkembangan terbaru,” jelasnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan lebih awal, termasuk mobilisasi sumber daya dan penyiapan skenario kontingensi sejak beberapa hari lalu.

“Sejak hari Sabtu kami sudah memulai berbagai persiapan lebih awal, termasuk mobilisasi sumber daya dan langkah-langkah kontingensi untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk anomali cuaca,” ujarnya.

Menurut Rio, hingga saat ini kondisi cuaca di lintasan penyeberangan masih sangat mendukung operasional pelayaran. Gelombang relatif stabil, angin tidak terlalu kencang, dan cuaca cerah membuat perjalanan kapal berjalan lancar.

“Kita bersyukur sampai sore hari ini kondisi cuaca sangat mendukung. Gelombang masih baik, angin tidak terlalu kencang, sehingga perjalanan pelayaran dapat berjalan dengan tenang,” katanya.

Dari sisi operasional, kinerja pelabuhan juga dinilai semakin efisien. Berdasarkan pemantauan melalui Port Operation Control Center, waktu pelayanan kapal bahkan tercatat lebih cepat dari perkiraan.

“Kecepatan operasi yang kita lihat di sistem ternyata lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Ini menunjukkan kinerja operasional di Pelabuhan Merak tahun ini semakin efisien,” jelas Rio.

Secara nasional, layanan penyeberangan Lebaran tahun ini berlangsung di 15 lintasan utama yang dilayani oleh 15 cabang ASDP di berbagai wilayah Indonesia. ASDP memprediksi adanya peningkatan trafik dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah perjalanan kapal diperkirakan meningkat sekitar 6 persen, penumpang naik 9,4 persen, dan kendaraan bertambah 9,3 persen dengan dominasi kendaraan kecil roda empat.

Untuk lintasan Jawa–Sumatera, peningkatan diperkirakan mencapai 7 persen perjalanan kapal, 10,3 persen penumpang, dan 9,9 persen kendaraan. Sementara dari Sumatera menuju Jawa diprediksi meningkat 7 persen perjalanan kapal, 11,5 persen penumpang, dan 10,5 persen kendaraan.

Adapun di lintasan Ketapang–Gilimanuk, perjalanan kapal diperkirakan meningkat 6 persen, penumpang 10 persen, dan kendaraan 9,3 persen. Sedangkan arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa diprediksi naik 5 persen perjalanan kapal, 9,9 persen penumpang, dan sekitar 8,5 persen kendaraan.

Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, ASDP menerapkan pengaturan operasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia.

Pada periode 15–22 Maret, Pelabuhan Merak melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan penumpang golongan 4A, 4B, 5, dan 2B. Kendaraan roda dua dialihkan melalui Pelabuhan Ciwandan, sedangkan kendaraan logistik besar dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara.

Sementara pada periode arus balik 23–29 Maret, pelayanan kendaraan di Pelabuhan Merak akan kembali normal dengan melayani seluruh golongan kendaraan.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik drop zone kendaraan logistik di jalur tol, seperti KM 68B, KM 72B, KM 82B, dan KM 97B, guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan berat menuju pelabuhan.

Selain itu, penyeberangan juga akan ditutup sementara saat Hari Raya Nyepi, mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 19 Maret pukul 04.00 WIB sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan tersebut di Bali.

Untuk memastikan keselamatan pelayaran, ASDP juga menyiagakan kapal tunda selama 24 jam serta menyiapkan sejumlah pelabuhan kontingensi sebagai alternatif apabila terjadi kondisi tertentu di lintasan utama.

Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan pada masa mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.