Brv.com||Sidoarjo – Gelombang kritik terhadap pelayanan di Samsat Trosobo semakin keras. Di tengah antrean panjang masyarakat yang datang sejak pagi untuk mengurus pajak kendaraan, muncul pemandangan yang membuat publik bertanya-tanya.(14/3/26)
Beberapa orang terlihat keluar masuk ruangan petugas dengan membawa map berisi berkas kendaraan. Aktivitas itu berlangsung cepat, tanpa terlihat melalui proses antrean seperti yang dialami masyarakat umum di ruang pelayanan.

Sementara itu, masyarakat biasa harus menunggu lama, berpindah dari satu loket ke loket lain, bahkan tidak sedikit yang mengaku dipersulit oleh alasan administrasi yang berubah-ubah.
Kondisi ini memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa masih ada praktik “jalur belakang” yang membuat sebagian berkas dapat diproses lebih cepat dibandingkan berkas milik masyarakat yang mengikuti prosedur resmi.
Jika dugaan tersebut benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar soal antrean panjang. Ini menyangkut keadilan dalam pelayanan publik.

Sorotan pun mengarah kepada pengawasan di lingkungan lalu lintas wilayah tersebut, termasuk kepada Kasatlantas AKP Yudhi Anugrah Putra di bawah institusi Polresta Sidoarjo.
Publik mempertanyakan bagaimana aktivitas keluar-masuk berkas yang diduga melalui jalur tidak resmi bisa terjadi di area pelayanan tanpa adanya pengawasan yang ketat.
Apalagi fenomena ini mencuat menjelang Lebaran, ketika masyarakat ramai-ramai mengurus kewajiban pajak kendaraan.
Di saat pelayanan seharusnya semakin transparan dan efisien, justru muncul kesan adanya perbedaan perlakuan antara masyarakat umum dengan pihak-pihak tertentu.
Jika kondisi seperti ini benar terjadi dan dibiarkan berlarut, maka kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan akan terus terkikis.
Karena bagi masyarakat yang berdiri berjam-jam di antrean, satu pertanyaan terus bergema:
Mengapa ada berkas yang harus menunggu lama di loket… sementara ada pula berkas yang diduga bisa melaju cepat lewat jalur belakang?…(bersambung)


