Kapolda Pastikan Pengamanan Mudik di Merak Siap, 1.500 Personel Dikerahkan

Kapolda Pastikan Pengamanan Mudik di Merak Siap, 1.500 Personel Dikerahkan

Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan

Cilegon, Banten – Aparat kepolisian memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran di kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Sebanyak 1.500 personel disiagakan untuk mengamankan pergerakan pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatra.

Kapolda menegaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan sejak Kamis, 12 Maret, melalui kegiatan gelar pasukan guna memastikan kesiapan seluruh personel yang terlibat, baik dari kepolisian, instansi terkait, maupun petugas daerah.

“Sejak tanggal 12 kemarin kami sudah melaksanakan gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel, baik dari petugas kepolisian maupun instansi terkait dalam menghadapi arus mudik,” ujarnya saat melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Merak, Sabtu dini hari.

Dalam operasi pengamanan ini, sebanyak 1.500 personel dari berbagai unsur dikerahkan. Selain itu, aparat juga menyiapkan 59 pos pengamanan dan pos pelayanan, serta dua pos terpadu untuk membantu kelancaran arus mudik sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada Sabtu sekitar pukul 01.30 WIB, Kapolda memantau langsung kondisi arus kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kendaraan pribadi yang datang ke pelabuhan mulai mengalami peningkatan.

Meski demikian, arus kendaraan masih dapat terlayani dengan baik oleh kapal penyeberangan yang disiapkan oleh ASDP Indonesia Ferry sehingga belum terjadi penumpukan kendaraan yang berarti.

“Untuk kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak memang mulai ada peningkatan, masih dapat terangkut dengan baik oleh kapal-kapal yang disiapkan oleh ASDP sehingga tidak terjadi penumpukan yang berarti,” jelasnya.

Kapolda juga mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengemudi diminta tidak memaksakan diri apabila merasa lelah atau mengantuk.

“Kami mengimbau para pengemudi memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Jika merasa lelah atau mengantuk, silakan beristirahat di rest area maupun di pos pengamanan atau pos pelayanan yang disiapkan oleh Polri maupun pihak terkait,” katanya.

Selain itu, pemudik juga diminta tetap waspada terhadap barang bawaan, terutama saat beristirahat di rest area atau ketika meninggalkan kendaraan.

“Perhatikan barang bawaan ketika berada di rest area, jangan mudah menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal, dan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencopetan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, kepolisian bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas serta distribusi kendaraan ke pelabuhan alternatif. Skema tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral pada Februari lalu bersama Kementerian Perhubungan, ASDP, dan instansi terkait lainnya.

Dalam pengaturan tersebut, Pelabuhan Ciwandan diarahkan untuk melayani kendaraan roda dua serta kendaraan golongan lima dan enam. Di kawasan ini juga disiapkan dua dermaga, yakni Dermaga Pelindo dan Dermaga Krakatau Bandar Samudra.

Apabila terjadi kepadatan di Ciwandan, arus kendaraan dapat dialihkan ke Dermaga Krakatau Bandar Samudra yang melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Panjang di Lampung.

Sementara itu, Pelabuhan Merak difokuskan untuk melayani penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi, serta bus penumpang. Adapun kendaraan berat golongan tujuh, delapan, dan sembilan diarahkan melalui Pelabuhan Bandar Bakau Jaya di Bojonegara.

Dengan skema tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar.

“Harapan kita mudik tahun ini berjalan aman dan lancar, sehingga para pemudik dapat berkumpul bersama keluarga dengan selamat,” tutup Kapolda.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda turut didampingi oleh Kabid Humas Polda Banten Maruli Ahiles Hutapea serta Kapolres Cilegon Martua Raja Taripar Laut Silitonga bersama jajaran pejabat kepolisian lainnya.

Di sisi lain, sejumlah pemudik mulai memadati kawasan pelabuhan sejak dini hari. Sonata, seorang pemudik asal Jakarta yang hendak pulang kampung ke Sumatera Barat, mengaku memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan antrean kendaraan.

“Kita merasa lebih aman karena ada aparat yang berjaga dan mengatur. Jadi masyarakat yang mudik juga merasa diperhatikan,” ujarnya saat ditemui di lokasi keberangkatan.

Sonata mengatakan dirinya bersama keluarga akan menuju Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam perjalanan kali ini, ia membawa empat orang penumpang yang merupakan anggota keluarganya.

“Total ada empat penumpang. Kami berangkat dari Jakarta menuju Sumatera Barat,” katanya.

Menurutnya, keputusan berangkat lebih awal diambil setelah melihat kondisi arus kendaraan dua hari sebelumnya yang mulai dipadati pemudik.

“Kami ambil berangkat lebih awal karena kalau dua hari ke belakang biasanya antrean sudah sangat padat. Jadi kami memilih berangkat sekarang supaya perjalanan lebih lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan, persiapan fisik dan kendaraan menjadi hal penting sebelum menempuh perjalanan jauh.

“Yang paling penting doa, kesehatan badan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik supaya perjalanan lancar sampai tujuan,” tuturnya.

Meski mengapresiasi pengamanan dari aparat, ia berharap fasilitas di jalan tol terus ditingkatkan agar sebanding dengan tarif yang dibayarkan pengguna jalan.

“Kalau memang tarifnya mahal, fasilitasnya juga harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Ia juga menyinggung kondisi perbaikan jalan di wilayah Sumatera yang menurutnya masih perlu perhatian agar perjalanan masyarakat semakin nyaman dan aman.

Meski demikian, ia berharap perjalanan mudik tahun ini dapat berjalan lancar hingga tiba di kampung halaman dengan selamat.