IWAPI Kota Denpasar Tebar Kepedulian Di Bulan Suci Ramadan

IWAPI Kota Denpasar Tebar Kepedulian Di Bulan Suci Ramadan

BR-V # Denpasar – Bali || Dalam semangat berbagi di bulan Suci Ramadan Tahun 2026, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Denpasar menggelar Aksi Sosial dengan membagikan takjil dan nasi bungkus kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Denpasar-Bali pada Selasa (10/3/26).Ni Gusti Putu Ayu Adi Murtini, S.TP. mengatakan para anggota IWAPI Kota Denpasar turun langsung ke lapangan untuk berbagi kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Menurutnya apa yang dilakukan mendapat sambutan hangat.

“Kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi kami untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang bertepatan dengan hari raya Nyepi Tahun Caka 1948 di Bali,” terang Ketua IWAPI Kota Denpasar tersebut.

Selain bisa membantu warga yang sedang dalam perjalanan atau masih bekerja menjelang waktu berbuka puasa, dia berharap melalui kegiatan ini, organisasi yang dia pimpin terus semangat untuk berbagi.

“Tujuan dari kegiatan ini, mempererat hubungan sosial antara anggota IWAPI dengan masyarakat Kota Denpasar, sekaligus mudah-mudahan bisa menginspirasi berbagai pihak untuk turut serta menebar kebaikan di bulan Suci ini,” harap Gek Ayou saapan akrabnya.

Ketua panitia menambahkan Kegiatan Sosial yang di gagas IWAPI Kota Denpasar identik dengan semangat kepedulian toleransi lintas agama untuk membangun kerukunan dan kebersamaan antar umat di Indonesia khususnya Pulau Bali.

“Salah satu titik pembagian takjil tadi berada di sekitar Musholla Nurussalam Renon di Jalan Jayagiri, Kota Denpasar, pembagian juga dilakukan di sepanjang jalan seputaran Renon, Jalan Gunung Agung dan wilayah Taman Pancing,” tambah Kadek Darmini.

Aksi Sosial yang dilakukan pukul 18:00 Wita menjelang buka puasa ini, menyasar berbagai lapisan masyarakat yang masih beraktifitas di jalan.

“Mulai dari pemulung, tukang sapu, pedagang keliling, pengemudi ojek online (ojol) dan beberapa masyarakat Muslim sekitar Kota Denpasar”. tutupnya. (Bung)