Warga Binaan Lapas Narkotika Sukomoro Banyuasin Meninggal, Keluarga Temukan Sejumlah Luka Memar.

Warga Binaan Lapas Narkotika Sukomoro Banyuasin Meninggal, Keluarga Temukan Sejumlah Luka Memar.

Banyuasin, BR-V — Kematian seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Sukomoro, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memicu tanda tanya dari pihak keluarga. Korban bernama Sandi (29), warga Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/3/2026) sore dengan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Ayah korban, Arifin (55), mengungkapkan bahwa keluarga justru pertama kali mengetahui kabar tersebut dari rekan satu kamar Sandi di dalam lapas, bukan dari pihak lembaga pemasyarakatan.

“Kami mendapat kabar dari teman satu kamar Sandi sekitar pukul 19.30 WIB melalui telepon. Dia bilang Sandi sudah dibawa ke rumah sakit. Dari pihak lapas sendiri kami tidak mendapat pemberitahuan,” ujar Arifin saat ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Menurut Arifin, saat keluarga tiba di rumah sakit, Sandi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pihak keluarga kemudian melihat sejumlah luka memar di tubuh korban.

“Di telinga kiri dan kanan ada memar, wajahnya juga memar, batang hidung terlihat lebam, kemudian ada luka di tangan kiri dan bekas benturan di bagian kaki,” ungkapnya.

Merasa ada kejanggalan, keluarga kemudian membawa jenazah Sandi ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian.

“Kami meminta visum karena kematian anak kami terasa tidak wajar,” kata Arifin.

Arifin juga menuturkan bahwa sebelumnya pihak lapas menyebut korban diduga terjatuh di kamar mandi. Namun cerita tersebut berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh teman satu kamar korban.

“Menurut temannya, sekitar pukul 17.30 WIB Sandi sempat dibon keluar dari kamar oleh petugas. Setelah itu dia tidak kembali lagi ke kamar, kemudian terdengar kabar sudah dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum kejadian, kondisi kesehatan Sandi dalam keadaan baik. Bahkan beberapa jam sebelum kabar duka diterima, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon.

“Siangnya dia masih menelepon keluarga dan dalam kondisi sehat. Karena itu kami meminta pihak kepolisian mengusut kematian anak kami,” tegasnya.

Pihak keluarga melalui tim kuasa hukum yang dipimpin Anto Astari Cik Mid SH MH menyatakan telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Anto menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Siang hari korban masih berkomunikasi dengan keluarga dalam keadaan sehat. Namun beberapa jam kemudian dikabarkan meninggal dunia dan ditemukan sejumlah luka memar di tubuhnya. Ini tentu perlu didalami secara serius,” ujar Anto yang didampingi Jokowi Narto SH dan Amiunuddin SH.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan.

“Kami berharap penyebab kematian korban dapat diungkap secara jelas agar tidak menimbulkan spekulasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIB Sukamoro Banyuasin, Deri Isnan, menyampaikan bahwa pihak lapas masih melakukan penelusuran internal terkait kejadian tersebut.

“Kami memastikan hingga saat ini tidak ada tindakan kekerasan terhadap warga binaan. Untuk memastikan penyebab kejadian ini kami masih menunggu hasil penyelidikan serta hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” ujar Deri kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa pihak lapas akan bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kami masih melakukan pemeriksaan internal. Jika seluruh proses sudah selesai, hasilnya akan kami sampaikan secara transparan,” jelasnya.

Di tempat terpisah, pihak RSUD Sukajadi Banyuasin membenarkan bahwa sempat menerima pasien dari Lapas Narkotika Sukamoro bernama Sandi. Namun saat dimintai keterangan lebih lanjut, staf administrasi rumah sakit mengaku tidak dapat memberikan penjelasan secara detail.

“Memang benar ada pasien dari Lapas Narkotika atas nama Sandi yang sempat dibawa ke sini. Namun saat pasien dibawa saya tidak sedang piket, jadi kami tidak mengetahui secara detail terkait kondisinya saat tiba di rumah sakit,” ujar staf administrasi RSUD Sukajadi.

Catatan Redaksi:

Informasi dalam pemberitaan ini dihimpun dari keterangan keluarga korban, tim kuasa hukum, pihak Lapas, serta pihak rumah sakit. Seluruh dugaan yang disampaikan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum. Pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini memiliki hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers yang berlaku.

(Tim Investigasi BR-V)