Sumur Minyak Ilegal di Hindoli Muba Meledak, Korban Luka Bakar – Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Disorot

Sumur Minyak Ilegal di Hindoli Muba Meledak, Korban Luka Bakar – Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Disorot

BR-V // MUBA – Praktik sumur minyak ilegal (illegal drilling) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kembali memakan korban. Sebuah sumur minyak yang berada di kawasan lahan HGU PT Hindoli, tepatnya di titik Cobra 2, Kecamatan Keluang, dilaporkan meledak dan terbakar hebat pada Senin (09/03/2026).

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di lokasi penambangan minyak ilegal yang selama ini disebut-sebut masih marak beroperasi di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi menyebutkan, kebakaran terjadi saat proses pemindahan minyak dari sumur ke mobil tangki. Percikan api yang diduga berasal dari mesin penyedot minyak menyambar bak penampungan minyak atau yang dikenal warga dengan istilah “lopon”.

Api dengan cepat membesar dan membakar area sekitar sumur.

Akibat peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar serius setelah terkena semburan api saat berada di dekat lokasi pemindahan minyak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas korban maupun kondisi terkini korban.

Nama Oknum Aparat Mulai Disebut

Di tengah peristiwa kebakaran tersebut, beredar informasi di kalangan masyarakat mengenai dugaan pihak yang berada di balik pengelolaan sumur minyak ilegal tersebut.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa sumur tersebut diduga berkaitan dengan seseorang berinisial (A), yang disebut-sebut merupakan anggota kepolisian aktif.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa Agus diduga bertugas di wilayah hukum Polres Musi Banyuasin, antara Polsek Babat Supat atau Polsek Sungai Lilin.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait informasi tersebut. Oleh karena itu, penyebutan nama tersebut masih bersifat dugaan dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Illegal Drilling dan Dugaan “Backing” Aparat

Aktivitas illegal drilling di wilayah Musi Banyuasin selama ini kerap menjadi sorotan publik. Selain berpotensi merusak lingkungan, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja.

Tidak jarang, praktik tersebut disebut-sebut berjalan karena adanya dugaan perlindungan atau keterlibatan pihak tertentu.

Namun demikian, hingga kini aparat penegak hukum belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam pengelolaan sumur minyak ilegal di lokasi Cobra 2 tersebut.

Desakan Pengusutan Transparan

Mencuatnya dugaan tersebut memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumatera Selatan mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara terbuka dan transparan.

Menurut mereka, insiden kebakaran yang kembali menimbulkan korban ini seharusnya menjadi momentum bagi aparat untuk menertibkan aktivitas illegal drilling yang selama ini disebut masih berlangsung di sejumlah titik di Musi Banyuasin.

“Jika memang ada dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut, tentu harus diusut secara transparan. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” ujar perwakilan GPP Sumsel.

Hindoli Kembali Jadi Sorotan

Kawasan Hindoli dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi sorotan publik. Selain aktivitas illegal drilling, wilayah ini juga sempat dikaitkan dengan berbagai konflik kepentingan terkait penguasaan lahan dan aktivitas ekonomi ilegal.

Insiden kebakaran sumur minyak ilegal di lokasi Cobra 2 kembali memunculkan pertanyaan publik: sejauh mana pengawasan terhadap aktivitas penambangan minyak ilegal di wilayah tersebut.

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tersebut, termasuk menelusuri kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun instansi terkait masih diharapkan memberikan klarifikasi resmi mengenai peristiwa kebakaran tersebut serta dugaan yang beredar di masyarakat. (Team BR-V)